2

Sekilas Mengenai Batuk dan Pilek Pada Anak

Batuk dan atau pilek merupakan gejala utama common cold atau sering kita sebut flu. Flu merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada bayi dan anak. Dalam satu tahun rata-rata anak akan mengalami 3-10 kali. Bila rata-rata lama penyakitnya 7 – 10 hari, maka seakan-akan 1/3 hidup anak dalam setahun terpapar flu. Gejala yang sering dikeluhkan adalah batuk, pilek dan demam, kadang disertai nyeri tenggorok dan pembesaran kelenjar limfe leher bagian depan. Gejala lain berupa nyeri otot, nyeri kepala, radang kelopak mata dan nyeri sendi.

Demam yang terjadi biasanya kurang dari 390C, bila suhu lebih dari 390C patut dipertimbangkan kemungkinan penyakit yang lain. Komplikasi yang dapat terjadi radang telinga tengah, radang sinus, sesak napas (wheezing) dan infeksi bacterial tumpangan (terutama pada paru). Penyebab flu pada umumnya adalah virus (yaitu Rhinoviruses, Coronaviruses, Respiratorysyncytial virus, Parainfluenzaviruses, Adenoviruses, Nonpolioenteroviruses, Influenzaviruses, Reoviruses). Oleh karena itu biasanya flu sembuh dengan sendirinya (self limited). Pengobatan yang direkomendasikan adalah parasetamol dengan dosis 10 -15 mg tiap kg berat badan bila demam lebih 380C dan cukup minum terutama yang hangat. Parasetamol atau acetaminophen dapat diberikan tiap 6 jam bila perlu. Sediaan parasetamol yang ada berupa sirup, tetes atau tablet.  Harap diperhatikan dosis perkilogram berat badan bukan berdasar umur! Penggunaan obat-obatan lain seperti antibiotik, obat batuk (antitusif, ekspetoran), obat pilek (decongestan) dan antihistamin tidak disarankan untuk anak-anak. Di Amerika Serikat, FDA secara khusus telah melarang penggunaan obat batuk pilek untuk usia di bawah 2 tahun, dan keefektifan untuk usia di atas tersebut (anak-anak bawah 12 tahun) sendiri masih dipertanyakan. Secara umum obat batuk dan obat pilek tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin, maka bila hendak menggunakan obat tersebut harus dengan dengan rekomendasi dokter. Sayang sekali dipasaran banyak beredar obat batuk dan obat pilek atau gabungan keduanya sehingga seakan-akan memang bermanfaat untuk flu pada anak.

Kapan kita ke dokter?

  1. Bila secara umum anak tampak tidak bugar (sakit keras) dalam bahasa medis disebut toksik
  2. Anak malas minum sehingga kurang cairan padahal tidak muntah atau diare
  3. Tampak sesak/sukar bernapas, ditandai dengan napas cepat (jumlah napas > 60 kali permenit untuk usia < 2 bulan, > 50 kali untuk usia 2 – 12 bulan, > 40 kali untuk usia 1 – 5 tahun) dan atau tampak tarikan pada dinding dada.
  4. Demam tinggi > 390C atau setelah 3 hari demam masih > 38,50C
  5. Ada keluhan nyeri telinga

Referensi

  • Leslee F.Kelly, 2004, Pediatric Cough and Cold Preparations Pediatrics in Review 25(4):115-123
  • Diane E. Pappas, J. Owen Hendley, 2011, The Common Cold in Children, Pediatrics in Review 32:47-55.
  •  Floyd W. Denny, 1987, Acute Respiratory Infections in Children: Etiology and Epidemiology, Pediatrics in Review 9:135-146
  • Madeline Simasek, David A Blandino, 2007, Treatment of the Common Cold, American Family Physician 75(4):515-520.
  • Ishimine P, 2006, Fever Without Source in Children 0 to 36 Months of Age, Pediatric Clinics of North America 53(2):167–194

Dr Ferry Andian Sumirat, SpA

Advertisements
0

Indikasi Kontra Menyusui

Dalam beberapa kasus tertentu, Ibu disarankan untuk tidak menyusui bayinya. Berikut adalah kondisi yang sangat jarang terjadi tersebut

Kondisi Bayi

  • Galaktosemi klasik (defisiensi galactose 1-phosphate uridyltransferase)
  • Penyakit Maple syrup urine
  • Phenylketonuria (Menyusui sebagian (partial breastfeeding) dimungkinkan dengan pengawasan)

Kondisi Maternal (Ibu)

  • Infeksi HIV 1 infection (Jika makanan pengganti dapat diterima (acceptable), layak( feasible), mampu membeli (affordable), kontinu (sustainable), dan aman,)
  • Human T-lymphotropic virus 1 and 2 infection (aturan berbeda di beberapa Negara, Jepang membolehkan menyusui. Cttn: kasus ini sangat jarang terjadi di Indonesia)
  • Tuberculosis/TBC (yang sedang aktif dan belum dirawat). Menyusui bisa dilanjutkan setelah Ibu mendapat perawatan selama 2 minggu atau bayi telah diberikan isoniazid
  • Virus Herpes simplex pada payudara (dihentikan hingga luka pada payudaran telah bersih)
  • Pengobatan
    • Sebagian besar obat-obatan tergolong aman karena hanya sedikit yang akhirnya terkandung dalam ASI
    • Sebagian kecil senyawa dalam drugs of abuse dan beberapa senyawa radioaktif yang memiliki umur paruh yang panjang mengharuskan Ibu berhenti menyusui 

Dari paparan diatas, jelas bahwa HANYA SEDIKIT sekali kondisi yang tidak memungkinkan Ibu menyusui bayinya. Di luar kondisi-kondisi tersebut, Ibu tetap dapat menyusui bayinya, apalagi jika Ibu ‘hanya’ mengalami sakit-sakit biasa seperti flu, demam, batuk, dsbnya

Referensi

Robert & Ruth Lawrence, 2011, Breastfeeding: More Than Just Good Nutrition, Pediatrics in Review 32: 267-280