0

Indikasi Kontra Menyusui

Dalam beberapa kasus tertentu, Ibu disarankan untuk tidak menyusui bayinya. Berikut adalah kondisi yang sangat jarang terjadi tersebut

Kondisi Bayi

  • Galaktosemi klasik (defisiensi galactose 1-phosphate uridyltransferase)
  • Penyakit Maple syrup urine
  • Phenylketonuria (Menyusui sebagian (partial breastfeeding) dimungkinkan dengan pengawasan)

Kondisi Maternal (Ibu)

  • Infeksi HIV 1 infection (Jika makanan pengganti dapat diterima (acceptable), layak( feasible), mampu membeli (affordable), kontinu (sustainable), dan aman,)
  • Human T-lymphotropic virus 1 and 2 infection (aturan berbeda di beberapa Negara, Jepang membolehkan menyusui. Cttn: kasus ini sangat jarang terjadi di Indonesia)
  • Tuberculosis/TBC (yang sedang aktif dan belum dirawat). Menyusui bisa dilanjutkan setelah Ibu mendapat perawatan selama 2 minggu atau bayi telah diberikan isoniazid
  • Virus Herpes simplex pada payudara (dihentikan hingga luka pada payudaran telah bersih)
  • Pengobatan
    • Sebagian besar obat-obatan tergolong aman karena hanya sedikit yang akhirnya terkandung dalam ASI
    • Sebagian kecil senyawa dalam drugs of abuse dan beberapa senyawa radioaktif yang memiliki umur paruh yang panjang¬†mengharuskan Ibu berhenti menyusui¬†

Dari paparan diatas, jelas bahwa HANYA SEDIKIT sekali kondisi yang tidak memungkinkan Ibu menyusui bayinya. Di luar kondisi-kondisi tersebut, Ibu tetap dapat menyusui bayinya, apalagi jika Ibu ‘hanya’ mengalami sakit-sakit biasa seperti flu, demam, batuk, dsbnya

Referensi

Robert & Ruth Lawrence, 2011, Breastfeeding: More Than Just Good Nutrition, Pediatrics in Review 32: 267-280

Advertisements