0

Mogok Menyusu (Nursing Strikes)


Ibu pernah mengalami si buah hati yang selama ini full diberi ASI tiba-tiba tidak mau menyusu? Jika si kecil usianya kurang dari satu tahun dan belum banyak asupan makanan padat atau minum dari cangkir (gelas), tampaknya bayi Ibu mengalami apa yang disebut mogok menyusu (nursing strikes). Menghadapi bayi yang tiba-tiba mogok ini, Ibu tidak perlu panik. Langkah pertama, tetaplah bersikap tenang, lalu kenali penyebabnya agar lebih mudah mencari solusinya. Beberapa penyebab umum bayi menolak menyusu adalah

  • Rasa nyeri karena mau tumbuh gigi, adanya luka, infeksi jamur
  • Infeksi telinga yang mengakibatkan tekanan atau rasa sakit ketika menyusu
  • Rasa sakit akibat posisi badan ketika menyusu, mungkin karena imunisasi atau luka di badan
  • Bayi terlalu sering diberi botol, empeng atau sering menghisap jempol yang biasanya diikuti penurunan produksi ASI
  • Gangguan selama menyusui
  • Si kecil cukup lama berpisah dari Ibu

 Perlu disadari, beberapa tindakan/perilaku Ibu juga ber’peran’ membuat si kecil mogok, diantaranya:

  • Reaksi kaget (yang berlebihan misal berteriak) akibat gigitan si kecil
  • Perubahan rutinitas (misal pindah rumah, bepergian)
  • Membatasi atau terlalu berpatokan pada jadwal menyusui
  • Stimulasi yang berlebihan, stres, atau tekanan pada Ibu
  • Berulangkali melepaskan diri ketika si kecil ingin menyusu atau membiarkan si kecil menangis
  • Walaupun kurang umum, sensitivitas si kecil terhadap makanan atau obat-obatan yang dikonsumsi Ibu ataupun yang ia konsumsi sendiri (termasuk suplemen vitamin, mineral, produk-produk olahan dari susu sapi, kafein) dapat menyebabkan mogok menyusu. Hal ini berlaku pula bila puting Ibu dioleskan semacam krim yang mengubah rasa ASI. Bahkan bau badan Ibu yang berubah mungkin karena penggunaan produk semacam shampo, parfum, sabun cuci baju, bisa menjadi faktor penyebab pula.

Apapun penyebabnya, masalah ini sungguh tidak mengenakkan baik buat si Ibu maupun bayinya. Bayi menjadi rewel dan tidak happy sedangkan sang Ibu umumnya merasa sangat sedih dan khawatir. Ibu juga merasa bersalah dan bahkan frustasi karena beranggapan jangan-jangan dia telah melakukan hal yang salah atau tidak semestinya.

Bagaimana agar bayi mau kembali menyusu? Kunci utamanya adalah sabar dan telaten. Tindakan berikut dapat membantu mengatasi mogok menyusu:

  1. Cobalah susui si kecil saat ia mengantuk atau menjelang tidur. Banyak bayi yang menolak menyusu ketika keadaan bangun akan kembali menyusu saat mengantuk
  2. Coba beberapa variasi posisi menyusui. Terkadang menyusui sambil berbaring juga membantu
  3. Susuilah si kecil sambil diayun atau berjalan-jalan.
  4. Pilihlah tempat menyusui yang bebas gangguan. Beberapa bayi khususnya yang berusia 3 bulan ke atas mudah terganggu. Matikan radio, tv atau redupkan lampu ruangan akan membantu anak mau menyusu.
  5. Berikan perhatian ekstra utk si kecil dan lakukan lebih banyak skin-to-skin contact. Sering mengelus anak akan membuat ibu dan anak nyaman.
  6. Sering-seringlah menggendong si kecil dengan sling atau carrier diantara waktu menyusu juga dapat membantu.

      Selama Ibu berusaha membujuk anak yang mogok, Ibu perlu menjaga produksi ASI dengan cara memerasnya atau memompanya. Hal ini akan mengurangi resiko pembengkakan dan saluran tersumbat (engorgement, mastitis) selain menjaga produksi ASI tetap optimal saat nanti anak berhenti dari mogoknya. Agar nutrisi bayi terpenuhi, ASI yang diperah diberikan pada si kecil. Pemberian dengan botol amat tidak disarankan selama masa mogok ini. Lihat artikel pemberian ASI perah (ASIP) untuk cara pemberian yang disarankan. Ibu perlu juga memperhatikan frekuensi buang air kecil. Jika si kecil pipis sebanyak 6-8 kali selama 24 jam, maka asupan cairan yang diperolehnya dikatakan cukup.

Referensi

Advertisements