4

Mitos Menyusui

  1. Banyak wanita yang tidak memproduksi ASI cukup. Salah! Sebagian besar wanita memproduksi ASI lebih dari cukup, bahkan ASI melimpah ruah merupakan hal yang biasa. Banyak bayi yang pertumbuhan berat badannya lambat, atau berkurang bukan karena sang Ibu tidak memproduksi cukup ASI, melainkan karena bayi tidak mendapatkan ASI tersebut. Alasan lazim mengapa bayi tidak mendapatkan ASI tersebut adalah karena pelekatan payudara (latch on) yang kurang baik. Oleh karena itu, penting sekali bagi Ibu pada hari pertama bayi lahir ditunjukkan bagaimana mendapatkan pelekatan bayi pada payudara yang benar. Hal ini perlu dilakukan oleh seseorang yang tahu apa yang sedang dikerjakan mereka (misal bidan, konsultan laktasi atau orang yang paham mengenai latch on).
  2. Menyusui itu terkadang menyakitkan. Salah! Walaupun rasa perih yang terjadi pada beberapa hari pertama umum terjadi, hal ini seharusnya hanya bersifat temporer dan hanya berlangsung beberapa hari saja. Rasa perih ini seharusnya tidak memburuk sehingga membuat Ibu ketakutan menyusui. Rasa nyeri diatas mild (kategori ringan) adalah tidak normal dan hampir selalu dikarenakan bayi tidak melekat dengan benar. Segala nyeri puting yang tidak membaik setelah hari ke-3 atau 4 atau berlangsung diatas 5-6 hari seharusnya tidak diabaikan begitu saja. Munculnya suatu rasa sakit ketika segala hal berjalan baik bisa jadi disebabkan oleh infeksi ringan pada puting. Membatasi masa menyusui tidak mencegah luka/mengatasi luka tersebut.
  3. Pada 3-4 hari pertama ASI yang tersedia tidak mencukupi. Salah! Hal ini tampaknya sering terjadi karena bayi tidak melekat dengan benar sehingga tidak memperoleh ASI yang tersedia. Ketika ASI yang diproduksi tidak cukup (dan normalnya memang seperti itu pada hari-hari pertama), bayi harus tetap melekat dengan baik untuk memperolehnya. Jika bayi tidak melekat dengan baik pada payudara, ia tidak akan memperoleh ASI pertama Ibu yang disebut kolostrum. Jika ada orang yang memberi saran pada Ibu untuk memompa ASI Ibu untuk mengetahui berapa banyak kolostrum yang tersedia sesungguhnya tidak memahami mengenai menyusui itu sendiri. Ibu seharusnya menolak dengan sopan. Ketika ASI yang tersedia berlebih, bayi yang melekat dengan kurang baik pun masih memperoleh ASI yang cukup.
  4. Bayi seharusnya menyusu selama 20 (10, 15, 7.6) menit pada salah satu sisi. Salah! Namun demikian, perlu dibedakan berada (menempel) pada payudara dan menyusui. Jika bayi benar-benar minum selama 15-20 menit pada salah satu sisi, dia kemungkinan menolak diberikan payudara kedua. Jika dia minum hanya sekian menit dari payudara pertama, lalu ngempeng atau tertidur, dan kemudian melakukan hal yang sama pada payudara kedua, berapapun waktu yang tersedia tidak akan mencukupi. Bayi akan menyusu lebih baik dan lebih lama jika dia melekat pada payudara dengan benar. Dia juga dapat dibantu untuk menyusu lebih lama jika Ibu menekan payudara untuk memperlancar aliran ASI manakala bayi tampak tidak minum atas kehendaknya sendiri. Jadi, jelas aturan yang mengatakan bayi mendapatkan 90% ASI dalam 10 menit pertama sama dengan salah.
  5. Bayi yang disusui memerlukan tambahan air (biasanya dalam bentuk air hangat). Salah! ASI mengandung semua air yang diperlukan bayi.
  6. Bayi yang disusui memerlukan tambahan vitamin D. Salah!Semua bayi memerlukan vitamin D. Susu formula (sufor) mengandung vitamin D yang ditambahkan oleh pabriknya. Namun demikian bayi lahir di dunia dengan organ hati yang penuh mengandung vitamin D dan pemaparan terhadap lingkungan luar memungkinkan bayi mendapatkan vitamin D dari sinar ultraviolet. Bayi tidak perlu sering terpapar setiap hari. Vitamin D sendiri adalah vitamin yang mudah larut dalam lemak dan disimpan dalam badan. Dalam beberapa kasus (misal, jika Ibu sendiri kekurangan vitamin D masa hamil) barulah perlu memberikan bayi tambahan vitamin D.
  7. Puting perlu dibasuh sebelum disusukan. Salah! Pemberian sufor memerlukan perhatian lebih pada faktor kebersihan karena formula sendiri tidak melindungi bayi dari infeksi, bahkan merupakan pembiakan yang bagus bagi bakteri serta mudah terkontaminasi. Tidak demikian dengan ASI yang mampu melindungi bayi dari infeksi. Membasuh puting setiap kali hendak menyusui justru malah merepotkan sehingga tidak diperlukan.
  8. Memompa ASI merupakan salah satu cara untuk mengetahui berapa banyak ASI yang dimiliki Ibu. Salah! Berapa banyak ASI yang dapat dipompa tergantung berbagai faktor termasuk tingkat stres Ibu. Bayi yang menyusu dengan baik akan memperoleh lebih banyak ASI dari sang Ibu dibandingkan hasil memompa. Memompa ASI hanya menunjukkan berapa banyak yang dapat dipompa Ibu, itu saja.
  9. ASI tidak mengandung zat besi yang memenuhi kebutuhan bayi. Salah! ASI mengandung lebih dari cukup zat besi yang diperlukan bayi. Bayi yang lahir cukup bulan mendapatkan zat besi cukup dari ASI paling tidak hingga usia 6 bulan pertama. Sufor mengandung terlalu banyak zat besi sebagai jaminan agar bayi menyerap dengan cukup untuk mencegah defisiensi zat besi. Zat besi dalam sufor tidak mudah diserap, dan akibatnya bayi sering mengentut. Secara umum, tidak perlu menambahkan makanan apapun pada ASI sebelum usia 6 bulan.
  10. Lebih mudah menggunakan botol daripada menyusui. Salah! Menyusui tampak lebih sukar dibandingkan memberikan botol karena kaum Ibu tidak menerima bantuan bagaimana memulai menyusui dengan benar. Awal yang kurang baik jelas membuat menyusui menjadi sukar. Tetapi awal yang kurang baik dapat diatasi sehingga  apa yang tampak sukar pada awalnya, biasanya menjadi lebih mudah pada akhirnya.
  11. Menyusui membuat aktivitas Ibu terbatas. Salah! Tergantung dari sudut pandang Ibu. Bayi dapat disusui kapan saja, dimana saja, sehingga menyusui pada dasarnya membebaskan Ibu. Tidak perlu membawa botol atau sufor kemana-mana. Tidak perlu bingung menghangatkan susu. Tidak perlu mencemaskan masalah sterilisasi. Tidak perlu mencemaskan bagaimana keadaan sang bayi karena ia selalu bersama Ibu.
  12. Tidak ada cara untuk mengetahui berapa banyak ASI yang diperoleh bayi. Salah!. Memang tidak ada cara yang mudah untuk mengukur berapa banyak bayi ASI yang diperoleh bayi, tetapi hal ini tidak berarti Ibu tidak dapat mengetahui apakah ASI yang diperoleh sudah cukup atau belum. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah melihat apakah bayi benar-benar minum dari payudara selama beberapa menit pada setiap penyusuan (amati mulutnya terbuka – jeda – menutup mulut seolah-olah seperti menghisap).
  13. Susu formula modern (saat ini) hampir sama baiknya dengan ASI. Salah! Klaim yang sama telah dibuat sejak tahun 1900 dan sebelumnya. Sufor hanya tampaknya saja sama dengan ASI. Setiap koreksi atau perbaikan terhadap kekurangan sufor selalu diiklankan merupakan suatu kemajuan. Sufor yang beredar di pasaran pada prinsipnya merupakan fotokopi yang tidak tepat yang dibuat berdasarkan pengetahuan mengenai ASI yang sudah usang (outdated) dan tidak lengkap. Susu formula tidak mengandung antibodi, sel-sel hidup, enzim, dan hormon. Sufor mengandung lebih banyak aluminum, mangaan, kadmiun, dan zat besi dibandingkan ASI. Sufor juga mengandung jauh lebih banyak protein dibanding ASI. Protein dan lemak yang terkandung dalam sufor berbeda dengan yang terkandung dalam ASI. Sufor juga tidak berubah dari awal pemberian hingga akhir pemberian atau dari hari ke-1 hingga ke-7 atau ke-30, atau berbeda dari satu wanita ke wanita lain, atau berbeda dari satu bayi ke bayi lain. ASI seorang Ibu diproduksi sesuai keperluan bayi Ibu itu sendiri. Sufor dibuat agar sesuai untuk setiap bayi (disamaratakan). Susu formula memang berhasil untuk membuat bayi tumbuh baik, tetapi keutamaan menyusui jauh lebih baik, tidak sekedar membuat bayi tumbuh cepat.
  14. Jika Ibu mengalami infeksi, dia seharusnya berhenti menyusui. Salah! Hanya dengan sangat, sangat sedikit pengecualian, Ibu dengan infeksi dapat terus menyusui bayi dan bahkan akan memberi perlindungan pada bayinya. Jika bayi sakit, dia tidak begitu merasa sakit (atau tidak bertambah parah) jika sang Ibu terus menyusuinya. Selain itu, mungkin saja bayilah yang memberikan infeksi namun tidak menunjukkan tanda-tanda sakit karena bayi terus disusui. Bahkan jika Ibu mengalami infeksi payudara (breast infections) termasuk abses pada payudara, walaupun hal ini menyakitkan, Ibu tidak perlu berhenti menyusui. Justru dengan menyusui, masalah infeksi ini akan lebih cepat teratasi jika Ibu terus menyusui dari payudara yang bermasalah.
  15. Jika bayi mengalami diare atau muntah, Ibu seharusnya berhenti menyusui. Salah! Obat terbaik bagi infeksi pencernaaan bayi adalah ASI. Makanan lain dapat dihentikan sementara waktu, namun menyusui harus tetap diteruskan. ASI justru merupakan satu-satunya cairan yang diperlukan bayi ketika dia diaer dan atau muntah kecuali dalam kondisi luar biasa. Anjuran untuk menggunakan “oral rehydrating solutions” sebenarnya merupakan akal-akalan pabrik susu formula (yang juga membuat oral rehydrating solutions). Bayi jauh merasa lebih nyaman jika disusui dan Ibu juga merasakan hal yang sama ketika bayinya menyusu
  16. Jika Ibu harus minum obat, sebaiknya Ibu berhenti menyusui. Salah! Sangat sedikit obat-obatan yang tidak aman dikonsumsi Ibu menyusui. Obat-obatan tersebut memang akan terkandung dalam ASI, tapi kuantitasnya sangat sedikit sekali sehingga dapat diabaikan. Jika memang Ibu harus mengkonsumsi suatu obatan tertentu yang dikhawatirkan berpengaruh pada kandungan ASI, biasanya terdapat obat alternatif yang sama efektifnya.

Lebih Banyak Lagi Tentang Mitos Menyusui

  1. Ibu menyusui perlu berhati-hati sekali dengan makanan yang dikonsumsi. Salah! Ibu yang menyusui perlu memperhatikan diet yang seimbang, tetapi tidak perlu mengkonsumsi atau menghindari makanan-makanan tertentu. Ibu menyusui juga tidak perlu minum susu untuk memproduksi susu (ASI). Ibu menyusui juga tidak perlu menghindari makanan pedas, berempah, atau alkohol (cttn: yang terakhir untuk non muslim). Walaupun memang terdapat beberapa kondisi apa yang dimakan Ibu dapat mempengaruhi bayi, hal ini biasanya jarang terjadi. Sebagian besar kolik, gas, dan tangisan pada bayi dapat diperbaiki dengan mengubah cara menyusui dibandingkan mengubah diet Ibu
  2. Ibu menyusui perlu makan lebih banyak agar ASI mencukupi. Salah! Wanita yang sedang rendah diet kalori sekalipun biasanya masih memproduksi ASI yang cukup, hingga suatu titik dimana asupan kalori Ibu menjadi sangat rendah untuk periode waktu cukup lama. Pada umumnya bayi memperoleh apa yang dia perlukan. Beberapa wanita khawatir jika pola makan mereka kurang baik selama beberapa hari saja akan mempengaruhi produksi ASI. Hal ini sebenarnya bukan masalah. Beberapa hari kekurangan kalori tidak akan mempengaruhi kuantitas ataupun kualitas ASI. Seringkali dikatakan bahwa Ibu menyusui memerlukan tambahan sekitar 500 kalori per hari agar dapat menyusui dengan baik. Hal ini sesungguhnya tidak benar. Yang benar adalah Ibu menyusui seharusnya melakukan diet seimbang. Aturan mengenai makanan hanya membuat menyusui tampak menyukarkan.
  3. Ibu menyusui harus minum lebih banyak cairan. Salah! Ibu seharusnya minum ketika haus. Beberapa Ibu merasa haus sepanjang waktu sedangkan yang lain tidak ingin minum lebih dari biasanya. Tubuh Ibu mengetahui kapan Ibu sesungguhnya memerlukan cairan dan akan mengirimkan pesan melalui rasa haus. Jangan percaya pada saran berapa banyak yang harus diminum per hari. Aturan mengenai minuman hanya membuat menyusui tampak menyukarkan.
  4. Ibu yang merokok lebih baik tidak menyusui. Salah! Ibu yang tidak dapat berhenti merokok seharusnya terus menyusui. Menyusui terbukti mampu mengurangi efek negative asap rokok pada paru-paru bayi, sebagai contoh. Menyusui memberikan keuntungkan yang luar biasa bagi kesehatan baik Ibu dan bayi. Tentu saja akan jauh lebih baik jika Ibu tidak mereokok, tetapi jika Ibu tidak dapat berhenti atau menguranginya, lebih baik Ibu merokok dan tetap menyusui daripada merokok dan malah memberikan susu formula.
  5. Ibu seharusnya tidak minum alkohol ketika sedang menyusui. Salah! Sejumlah alkohol diperbolehkan. Hal ini mirip dengan sebagian besar obat-obatan, sangat sedikit alkohol terkandung dalam ASI.
  6. Ibu yang sedang mengalami pedarahan pada puting seharusnya tidak menyusui. Salah! Walaupun darah dapat mengakibatkan bayi lebih sering muntah dan juga terkandung dalam pup bayi, hal ini jangan dijadikan alasan untuk berhenti menyusui.Puting yang nyeri dan berdarah tidak lebih buruk dibandinkan puting yang nyeri namun tidak berdarah. Nyeri payudara dapat diatasi dengan segera. Terkadang Ibu mengalami pedarahan pada puting yang asalnya dari dari dalam payudara dan tidak selalu terkait dengan rasa nyeri. Hal ini lazim terjadi pada beberapa hari pertama setelah kelahiran bayi dan berakhir beberapa hari kemudian. Ibu harus tetap menyusui! Jika pendarahan tidak berhenti segera, sumber masalah perlu dicari tetapi Ibu tetap harus menyusui.
  7. Wanita yang pernah mengalami operasi pembesaran payudara seharusnya tidak menyusui. Salah! Sebagian justru mampu menyusui dengan sangat baik. Tidak ada bukti yang menyatakan menyusui dengan suntikan silicon dalam payudara membahayakan bayi. Terkadang operasi ini dilakukan melalui daerah aerola. Wanita yang mendapatkan operasi ini memiliki masalah dengan produksi ASI sebagaimana wanita lain yang mempiliki insisi (irisan) pada garis aerolanya.
  8. Wanita yang pernah mengalami operasi pengecilan payudara tidak dapat menyusui. Salah! Operasi pengecilan payudara memang dapat mengurangi kapasitas produksi ASI. Tetapi, karena banyak Ibu-ibu yang memproduksi ASI lebih dari yang dibutuhkan, Ibu-ibu yang pernah melakukan operasi pengecilan payudara tetap dapat menyusui. Dalam situasi seperti ini, langkah awal menyusui yang tepat perlu dibangun (lihat artikel Menyusui-Lakukan dengan Benar Sejak Awal). Jika tampaknya ASI yang diproduksi tidak cukup, Ibu masih dapat menyusui dengan bantuan alat bantu laktasi (sehingga puting buatan (artificial nipple) tidak mengganggu/mengacaukan proses persusuan).
  9. Bayi prematur perlu belajar minum susu dari botol sebelum mereka mulai menyusu. Salah! Bayi-bayi prematur akan lebih sedikit stres jika disusui dibandingkan jika diberi botol. Bayi dengan BB 1200 gram atau lebih kecil dapat segera menyusu sesegera setelah kondisinya stabil walaupun mungkin dia tidak mampu melekat dengan baik selama beberapa minggu. .
  10. Bayi dengan bibir sumbing atau kelainan pada langit-langit mulut tidak dapat menyusu. Salah! Beberapa bayi tersebut justru bisa menyusu dengan baik. Namun beberapa memang tidak mungkin melekat. Jika botol digunakan untuk memberi susu, kemampuan bayi untuk menyusu bisa menurun drastis, gunakan cangkir sebagai pengganti botol.
  11. Wanita dengan payudara lebih kecil memproduksi ASI lebih sedikit dibandingkan yang berpayudara besar. Tidak masuk akal!
  12. Menyusui tidak dapat mencegah kehamilan. Salah! Menyusui merupakan metode kontrasepsi yang angka keberhasilannya tinggi khususnya selama 6 bulan pertama dengan catatan: bayi diberi ASI eksklusif tanpa tambahan asupan apapun pada masa itu dan Ibu belum mendapat haid. Setelah 6 bulan, perlindungan memang menurun tetapi masih cukup berarti. Rata-rata Ibu yang menyusui hingga 2 tahun biasanya akan mendapatkan bayi lagi setiap 2-3 tahun sesudahnya tanpa metode kontrasepsi lain
  13. Ibu menyusui tidak boleh menggunakan kontrasepsi KB hormonal. Salah! Metode KB hormonal yang mengandung estrogen cenderung menurunkan ASI. Karena umumnya Ibu memproduksi ASI lebih banyak dari yang dibutuhkan bayi, hal ini tidak menjadi masalah. Namun terkadang hal ini bisa pula menjadi masalah dan bayi menjadi rewel atau tidak kenyang menyusu. Jika memungkinkan, hindari pilihan ber-KB dengan metode hormonal atau paling tidak tunggu hingga bayi mendapat makanan pendamping MPASI (setelah 6 bulan). Jika memang harus menggunakan metode ini, gunakan yang mengandung hanya progestin (tanpa estrogen). Pada prinsipnya selain KB metode hormonal, metode-metode lain lebih aman digunakan bagi Ibu menyusui karena tidak berpengaruh pada produksi ASI seperti metode IUD/spiral, kondom, dan pantang berkala
  14. Setelah usia enam bulan, bayi yang disusui perlu jenis susu lain. Salah! ASI memberikan segala hal yang dibutuhkan bayi lebih bagus dan lebih banyak daripada susu apapun. Bayi berusia lebih dari 6 bulan mulai diperkenalkan makanan padat sehingga mereka belajar bagaimana cara makan dan mulai memperoleh sumber lain zat besi pada usia 7-9 bulan yang tidak dapat lagi tercukupi dari ASI saja. Sufor tidak diperlukan selama bayi terus menyusu
  15. Wanita dengan puting rata atau terbalik tidak dapat menyusui. Salah! Bayi tidak menyusu pada puting, tetapi pada payudara. Langkah yang benar sejak awal biasanya dapat mengatasi problem puting ini sehingga Ibu dengan bentuk apapun dapat menyusui dengan baik. Dulu penggunaan nipple shield sering disarankan agar bayi dapat menyusu. Peralatan ini sekarang tidak lagi direkomendasikan terutama pada beberapa hari pertama. Walaupun hal ini tampaknya menjadi suatu solusi, penggunaan nipple shield sering menghasilkan poor feeding dan pengurangan BB yang cukup bermakna dan bahkan semakin membuat bayi makin sukar menyusu langsung dari payudara
  16. Wanita yang hamil harus berhenti menyusui. Salah! Selama Ibu dan anak menginginkannya, menyusui dapat terus berjalan termasuk setelah melahirkan. Menyusui di kala hamil dikenal pula dengan istilah tandem nursing. Produksi ASI terkadang menurun ketika kehamilan, namun hal ini bukan masalah bagi bayi yang biasanya telah memperoleh makanan tambahan (di atas 6 bulan).
  17. Bayi yang diare sebaiknya berhenti menyusu. Salah! Pengobatan terbaik untuk infeksi lambung (gastroenteritis) adalah ASI. Amat tidak lazim jika bayi memerlukan cairan lain selain ASI ketika diare. Jika intoleransi laktosa masalahnya, bayi dapat memperoleh lactase drops tanpa resep yang dapat diberikan sebelum maupun sesudah menyusui , namun kasus ini sangatlah jarang terjadi pada bayi yang mendapat ASI eksklusif. Dalam berbagai kasus, intoleransi laktosa karena gastroentirits akan menghilang begitu saja. Sufor bebas laktosa tidak lebih baik dari ASI. ASI jelas lebih bagus dari sufor apapun. Cttn: Berhati-hatilah pada dokter yang mendiagnosis bayi alergi ASI (dan menyarankan berpindah sufor) tanpa melakukan tes/uji lab khusus alergi ASI terlebih dahulu
  18. Bayi yang menyusu selama 2 jam karena mereka senang menghisap. Salah! Bayi-bayi memang memerlukan dan suka menghisap, namun berapa sebenarnya yang mereka butuhkan? Sebagian besar bayi yang terus melekat pada payudara untuk waktu yang lama mungkin karena lapar walaupun pertumbuhan BB mereka cukup baik. Berada pada payudara (being at the breast) tidak sama dengan minum dari payudara (drinking at the breast). Perlekatan yang baik memungkinkan bayi menyusu dengan efektif dan tentu mengurangi waktu minum. Ibu dapat juga membantu bayi minum lebih banyak ketika bayi tampak tidak menyusu atas kehendaknya sendiri (lihat artikel Kompresi Payudara). Bayi berusia kurang dari 5-6 minggu akan sering tertidur ketika menyusu karena aliran ASI yang lambat, tidak selalu karena mereka telah kenyang/cukup minum
  19. Bayi-bayi perlu belajar minum dari botol. Jadi, botol perlu dikenalkan pada mereka. Salah! Walaupun banyak ibu yang memperkenalkan botol pada sang bayi dengan berbagai alasan, sebenarnya hal ini tidak perlu. Bayi tidak perlu belajar menggunakan botol. Bay dapat mengkonsumsi cairan atau makanan padat menggunakan sendok. Pada usia 6 bulan, bayi mulai dapat belajar minum dari cangkir. Walaupun hal ini memerlukan waktu beberapa minggu, pada akhirnya bayi mampu mempelajarinya. Jika Ibu berniat menggunakan botol, tunggu hingga bayi mampu menyusu dengan baik selama 4-6 mnggu dan berikan sesekali saja. Terkadang, bayi yang mau diberi botol pada usia 6 minggu akan menolaknya ketika ia menginjak usia 3-4 bulan walaupun telah diberikan secara rutin sesekali (smart babies)
  20. Jika Ibu menjalani pembedahan, dia harus menunggu satu hari sebelum dapat mulai menyusui. Ibu dapat segera menyusui setelah menjalani pembedahan kecuali dalam keadaan khusus. Aturan yang membatasi proses menyusu di Rumah Sakit/Klinik lebih berorientasi pada kenyamanan staf RS sendiri dibanding keuntungan bagi sang Ibu dan bayinya
  21. Ibu akan kesulitan menyusui bayi kembar. Salah! Menyusui bayi kembar lebih mudah dari memberikan botol jika Oleh karena itu sangatlah penting melakukan usaha khusus agar proses menyusui dengan benar berjalan dengan baik sejak awal ketika Ibu memiliki bayi kembar (lihat artikel Menyusui-Lakukan dengan Benar Sejak Awal). Beberapa wanita dengan bayi kembar tiga mampu memberikan ASI eksklusif. Tentau saja hal ini memerlukan kerja keras dan pengorbanan waktu, namun hal ini lumrah bagi bayi kembar dua maupun tiga bagaimanapun mereka makan (termasuk memberikan susu formula).
  22. Wanita yang payudaranya tidak membesar selama hamil tidak memproduksi ASI yang cukup. Salah! Sangat sedikit sekali wanita yang tidak dapat memproduksi ASI yang cukup. Beberapa diantara wanita ini mengatakan payudara mereka tidak membesar selama hamil. Tetapi, sebagian besar wanita yang payudaranya tidak membesar ketika hamil memproduksi ASI lebih dari yang diperlukan.
  23. Ibu yang payudaranya tidak tampak penuh (full) berarti hanya memiliki sedikit ASI di dalamnya. Salah! Payudara Ibu tidak harus kelihatan penuh (‘keras’) untuk memproduksi ASI yang cukup. Pada 2-3 minggu pertama kelahiran memang payudara biasanya terasa penuh namun seiring waktu hal ini tidak lagi berlaku dan tidak dapat dijadikan indikator Ibu tidak mempunyai stok ASI yang cukup. Ketika tubuh Ibu mulai menyesuaikan diri dengan asupan bayi, payudara tidak terlalu penuh adalah hal yang normal. Payudara Ibu menyusui tidak pernah benar-benar kosong melainkan selalu memproduksi ASI selama bayi terus menyusu.
  24. Menyusui di muka umum kurang sopan. Salah! Anggapan menyusui di muka umum tidak pantas/sopan justru merupakan penghinaan bagi kaum Ibu
  25. Jika bayi berhenti menyusu selama beberapa hari (atau minggu), Ibu tidak perlu memulai lagi menyusui karena ASInya menjadi masam. Salah! ASI tetap bagus seperti sebelumnya. ASI bukan seperti sufor dalam botol
  26. Setelah berolahraga, Ibu jangan menyusui. Salah! Segera setelah olahraga Ibu dapat terus menyusui.
  27. Ibu menyusui tidak boleh mengecat rambut. Salah!

Referensi

  • Jack Newman, MD. 2003. Handout #12 More breastfeeding myths.
  • Jack Newman, MD.  2003. Handout #13. Still more breastfeeding myths
  • Nancy Mohrbacher, IBCLC & Kathleen Kendall-Tackett, PhD, IBCLC. Breastfeeding Made Simple: Seven Natural Laws for Nursing Mothers, 2005.  New Harbinger Publication, Canada

Diterjemahkan secara bebas oleh Auditya P.S

Advertisements