MASALAH PERILAKU PADA ANAK USIA DINI – BAGIAN 1

Masalah perilaku pada anak kecil khususnya balita termasuk keluhan yang sering dilontarkan orang tua. Balita merupakan masa yang eksploratif, aktif dan impulsif dalam rangka untuk membangun pengalaman. Oleh karenanya orangtua sebaiknya jangan mudah memvonis hiperaktif pada usia tersebut. Sekitar 20% anak Amerika dicurigai memiliki kelainan perilaku, akan tetapi hanya 20% dari mereka atau sekitar 0,4% dari populasi yang benar-benar perlu perhatian khusus. Ketika masuk usia TK (5-6 tahun), perilaku hiperaktif ini menempatkan anak pada risiko pada gangguan akademis dan juga gangguan sosial emosional yang akan mengarah pada perilaku krimiminal di kemudian hari.

Perkembangan perilaku mengikuti usia. Anak yang belum bisa menahan buang air besar pada usia 18 bulan adalah normal, akan tetapi bila anak usia 5 tahun mengalaminya maka kita patut pertimbangkan adanya kemungkinan gangguan perilaku. Berikut ini merupakan beberapa kelainan perilaku yang sering terjadi pada usia dini:

  1. Gangguan tidur
  2. Masalah makan
  3. Kolik
  4. Toilet
  5. Cemas, takut

Tulisan berikut menyajikan secara garis besar mengenai masalah-masalah perilaku diatas.

GANGGUAN TIDUR

sleep 3Gangguan tidur terkait dengan kondisi mental dan kesehatan anak. Gangguan tidur dapat memburuk kondisi mental dan kesehatan. Kebutuhan tidur anak bervariasi tergantung usia anak yang ringkasannya dapat dilihat dalam tabel berikut

Tabel 1. Kebutuhan Tidur Bayi dan Anak

Usia Jam Tidur
Bayi

(3-11 bulan)

9-12 jam  saat malam, 30 menit – 2 jam tidur siang, 1 – 4 kali perhari.
Usia 1 – 3 tahun 12 – 14 jam
Usia 3 – 5 tahun 11 – 13 jam
Usia 5 – 12 tahun 10 – 11 jam (setelah usia 5 tahun biasanya tidak tidur siang

Faktor-faktor yang terkait dengan gangguan tidur anak antara lain depresi pada orang tua, pemberian makanan padat sebelum usia 4 bulan, anak dititipkan di daycare dan menonton TV. Masalah tidur paling sering adalah terbangun saat malam dan kesulitan memulai tidur. Anak yang lebih besar tidak jarang mengalami mimpi buruk atau mengigau (berjalan/bicara sambil tidur). Pada usia 6 bulan, anak sudah dapat belajar tidur 9 jam permalam, dan 70 – 80% dapat tidur sepanjang malam pada usia 9 bulan. Untuk mengatasi masalah tidur anak perlu beberapa kebiasaan sehat, antara lain:

  1. Jadwal tidur rutin.
  2. Kegiatan santai sebelum tidur. Misalkan mendongeng membaca buku. Hindari menonton TV sebelum tidur atau bermain game, atau kegiatan fisik yg terlalu aktif.
  3. Melakukan penyesuaian asosiasi tidur. Banyak mereka mengalami kesulitan tidur terkait dengan asosiasi yang terkait dengan perilaku/tindakan tertentu. Yang paling sering antara lain: digendong, menggunakan empeng (pacifier), minum susu (baik dengan botol atau menyusui) dll. Untuk mengatasi gangguan tidur maka orang tua harus mengajari ulang agar bayi dapat membangun pola tidur yang baik, membangun asosiasi yang baik, misalnya dengan bantal/guling, selimut dan berdoa sebelum tidur. Secara perlahan orang tua juga mengurangi kehadirannya disaat anak tidur atau mau tidur..

Intervensi ini seringkali mendapat tantangan oleh orang tua dengan alasan anak akan rewel, tetapi bila hal ini konsisten dikerjakan dengan baik maka hanya perlu waktu rata-rata 5 hari untuk anak usia diatas 2 tahun dapat membangun pola tidur yang sehat.

MASALAH MAKAN

Keluhan masalah makan diperkirakan mencapai 35%. Sekitar 4% anak usia 18 bulan mengalami masalah makan kategori berat, sedangkan masalah makan kategori sedang dialami 62% anak usia 30 bulan dan 47% pada usia 18 bulan. Gagal tumbuh (failure to thrive) merupakan akibat dari masalah makan yang sangat serius yang mempengaruhi perkembangan seorang anak yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas.

Masalah makan dapat dibedakan menjadi masalah organik (faktor anak misal kelainan anatomi, fisiologis) dan non organik (sosial/pola asuh). Meskipun terdapat masalah organik tetapi dapat dikompensasi dengan peran orang tua (pengasuh) yang tepat sehingga AAP memandang pembagian penyebab gagal tumbuh menjadi organik dan non organik sebenarnya kurang begitu bijak. Masalah pemberian makan paling sering terkait pada saat memulai pemberian makanan padat.  AAP (American Academy of Pediatric) merekomendasikan pemberian makanan padat pada usia 4 sampai 6 bulan. WHO melaporkan bahwa pengenalan makanan tambahan merupakan masa yang rentan pada bayi, sehingga WHO merekomendasikan pemberian makanan tambahan/MPASI (makanan pendamping air susu ibu) pada usia 6 bulan. Dengan demikian bila hendak memulai makanan tambahan pada usia 4–5 bulan sebaiknya didiskusikan dulu dengan dokter anak atau ahli gizi bayi.

Perkiraan kebutuhan kalori anak berdasarkan USDA (The United States Dept. of Agriculture)

  • Usia 0 – 6 bulan: 520 – 570 kalori
  • Usia 7 – 12 bulan: 676 – 743 kalori
  • Usia 1 – 2 tahun: 992 – 1.046 kalori
  • Usia 3 – 8 tahun: 1.642 – 1.743 kalori

AAP memberikan panduan terkait makan secara garis besar adalah sebagai berikut picky

  • Jangan mengancam, memaksa anak untuk makan.
  • Sajikan struktur saat makan baik dengan penekanan pada jadwal yang teratur dan posisi (duduk) makan yang benar.
  • Hanya sajikan makanan yang sehat.
  • Pertimbangkan anak untuk memilih makanan sehat yang tersaji
  • Batasi waktu makan tidak lebih 30 menit.
  • Hindari bentuk makanan spesial terutama pada anak yang “picky eater”.
  • Bila anak menolak makan jangan digantikan dengan pemberian “snack” atau makanan special

Jika mengacu pada panduan AAP tersebut, maka terlihat bahwa dari pasien yang datang, kami mengamati bahwa sebagian besar masalah gagal tumbuh diakibatkan oleh pola asuh yang kurang tepat (pola pemberian makan yang salah) dan umumnya saat pemberikan makanan padat. Diperlukan motivasi dan konsistensi agar orang tua senantiasa berada dalam jalur yang benar.

Bersambung bagian 2

Referensi

  • Voight, R.G., Macias, M.M., Myers MD, S.M. 2011, AAP Developmental and Behavioral Pediatrics, AAP Section on Developmental and Behavioral Pediatrics
  • Armstrong, K.H., Ogg, J.A., Audra, A.W., 2013, Evidence-Based Interventions for Children with Challenging Behavior, Springer

Ditulis oleh Dr Ferry Andian Sumirat Sp.A, Msc

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s