MAU HASIL PUMPING OPTIMAL? IKUTI TIPS-NYA!

Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu-ibu yang hendak menabung ASIP adalah hasil perah/pumping yang kurang memuaskan. Banyak ibu-ibuBreastPump yang merasa tidak puas dengan hasil pumping dan merasa pompa (jika menggunakan bantuan pompa) yang dibeli tidak memberikan hasil maksimal dan bergegas ingin berganti pompa baru. Sebelum Ibu memutuskan berganti merek pompa, perlu diingat bahwa memompa/memerah adalah suatu SKILL atau keterampilan tersendiri. Dengan pompa mahal sekalipun Ibu perlu belajar menggunakannya. Hasil pumping yang sedikit tidak menunjukkan produksi ASI sesungguhnya. Banyak ibu yang kesulitan memerah sedangkan jika menyusui langsung payudaranya mampu memenuhi kebutuhan bayi.

Salah satu kunci utama dalam pumping adalah bagaimana memicu Let down reflex (LDR) atau pelepasan ASI. Beberapa ibu merasakan ada sensasi geli (tingling) atau “clekit-clekit” (bhs Jawa), sebagian lain tidak merasakan apa-apa. Pelepasan ini dapat dipicu seperti oleh sentuhan pada payudara, tangisan bayi, bahkan pikiran tentang bayi. Perasaan sedih, marah, tegang menghambat pelepasan ini. Tanpa munculnya let down atau pelepasan ASI ini, Ibu hanya bisa menghasilkan sedikit ASI yang terkumpul hanya di ujung puting. Sehingga kunci utama dalam pumping adalah bagaimana memicu LDR ini.

Saat menyusui sebagian besar ibu tidak menyadari adanya proses LDR atau pelepasan ini. Saat bayi menyusu, segala isyarat (cues) yang familiar (perasaan lembut, hangat) dan emosi cinta Ibu membantu melepaskan hormone yang memicu LDR. Hal ini berbeda ketika pumping, dimana baby cues tidak ada. Oleh karena itu, beberapa ibu memerlukan sedikit bantuan untuk memicu keluarnya LDR.

Berikut adalah tips dari situs www.askdrsears.com dengan beberapa tambahan dari berbagai sumber untuk pumping yang mudah, nyaman, dan membantu keluarnya LDR (let down reflex), mencegah luka pada puting, serta menghasilkan lebih banyak ASI.

  1. Buat jadwal rutin untuk pumping: tempat, kursi, fasilitas pendukung (cemilan, makanan). Siapkan segalanya, gunakan trik mental untuk rileks, lalu mulailah memompa. Rutinitas akan membantu keluarnya LDR.
  2. Lakukan pijatan lembut pada payudara beberapa menit sebelum pumping, jika memungkinkan kompres hangat daerah tersebut.

  3. Minum 1-2 gelas air sebelum pumping.
  4. Lakukan visualisasi seperti membayangkan air sungai mengalir menuju lautan, air terjun mengalir dan semacamnya. Apapun jenis visualisasi yang dapat membantu mengeluarkan ASI. Ingat, riset menunjukkan stress akan menghalangi kemampuan alami tubuh memproduksi ASI.
  5. Bawalah foto si kecil atau bayangkan wajahnya  ketika pumping. Bawalah 1-2 barang bayi seperti selimut, bedong, atau baju. Nikmati “bau” bayinya
  6. Jika memungkinkan teleponlah pengasuh anak dan tanyakan apa yang sedang dikerjakan bayi ketika Anda sedang pumping
  7. Carilah tempat yang sunyi/tenang untuk pumping. Jika ini agak sukar, Ibu bisa menggunakan bantuan musik atau suara alam yang menenangkan melalui headset telepon genggam atau jenis player lainnya
  8. Jika puting terluka, dan ibu menggunakan pompa elektrik, turunkan derajat penghisapannya, atau coba pompa lain.
  9. Untuk mengurangi nyeri puting setelah pumping, oleskan salep/ emollient untuk nyeri (banyak tersedia di apotik)
  10. Pompalah mengikuti kebiasaan bayi ibu menyusui, biasanya tiap 2-3 jam sekali. Jika Ibu merasa khawatir ASI perah tidak mencukupi, pompalah lebih sering. Hal ini lebih efektif menstimulasi supply ASI daripada memompa lebih lama
  11. Jika sedang bersama bayi, susui sebanyak yang dia mau. Semakin sering ibu menyusui bayi, semakin banyak supply ASI ketika saat pumping tiba.
  12. Lakukan ekstra pumping menjelang pagi (subuh). Studi menunjukkan pada waktu ini produksi ASI paling banyak.
  13. Jika hasil pumping tidak sebanyak biasanya, cek kondisi pompa Ibu. Apakah ada spare part yang robek/rusak. Valve/membrane yang koyak biasanya berpengaruh pada hasil pumping. Selain itu pada pompa elektrik, kondisi baterai, charger juga perlu diperhatikan
  14. Cobalah memompa sembari menyusui. Hisapan bayi akan memicu keluarnya LDR kedua payudara sehingga hasil pumping umumnya banyak, menambah tabungan ASIP Ibu
  15. Bagi sebagian besar wanita, double pumping (pumping kedua payudara dalam waktu bersamaan) menghasilkan lebih banyak ASI. Level prolaktin didalam darah juga lebih tinggi ketika ibu memompa kedua payudara dalam waktu bersamaan. Pompa ASI elektrik kualitas bagus seperti merek Medela, Unimom, dan Avent (khususnya model double pump) akan sangat membantu proses in. Namun karena harganya yang lumayan mahal dengan dua buah pompa manual double pumping ini juga bisa dilakukan, atau kombinasi pompa model mini electric dengan manual.

    PinkorBlue-MedelaSymphonyHospitalGradeElectricBreastPump

    Medela Symphoni – Hospital-Grade Double Pump

  16. Jika tips diatas tetap tidak membantu, pikirkan untuk beralih pompa ASI yang kualitasnya diatas yang Ibu pakai saat ini. Jika di daerah ibu tersedia, cobalah menyewa sebuah pompa hospital-grade selama 1-2 minggu dan rasakan perbedaannya! Pompa jenis hospital grade memang didesain khusus dan sudah terbukti untuk hasil pumping yang optimal.

Selain tips diatas, ada pula tips tambahan demi kenyamanan dan kebugaran Ibu

  1. Untuk kenyamanan Ibu, kenakanlah pakaian/baju yang mudah di’akses’ saat memompa
  2. Tegakkan sedikit badan untuk menghindari   tetesan ASI pada baju. Selain itu gunakan pula breastpad baik sekali pakai atau yang dapat dicuci untuk mengurangi rembesan ASI ketika pumping.
  3. Berlatihlah untuk bisa pumping dengan satu tangan sehingga tangan satunya bisa digunakan untuk mengerjakan hal lain. Hal ini sangat bermanfaat khususnya untuk ibu bekerja yang waktu istirahatnya terbatas.
  4. Lakukan diet nutrisi seimbang, minum cukup cairan, batasi konsumsi kafein, soda, dan alcohol serta olahraga, dan hal-hal lain yang membantu Ibu tetap fit dan sehat. Pilihlah alat kontrasepsi yang tidak mengganggu produksi ASI. Pil KB yang mengandung estrogen terbukti mempengaruhi supply ASI.

Menyusui merupakan suatu komitmen yang membutuhkan kesungguhan usaha Ibu. Jika Ibu masih merasa kesulitan mempertahankan produksi ASI dan khawatir dengan produksi ASI saat ini tidak mencukupi segeralah konsultasi pada dokter atau konselor laktasi. Untuk menghubungi konselor laktasi terdekat dari lokasi Ibu, silakan hubungi www.aimi-asi.org

Referensi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s