Oleh-oleh ASIP dari Bangkok

Share cerita seorang rekan busui kami yang luar biasa, Bunda Hanum yang baru saja melakukan perjalanan dinas ke Bangkok namun tak lupa oleh-oleh ASIP untuk si kecil

================================================================================

Akhirnya…terlewati juga saat-saat yang cukup bikin pusing kepala tuk beberapa waktu. Sekarang tinggal share cerita singkat selama perjalanan pergi-pulang dan selama di Bangkok untuk urusan per ASIP-an ini.

Semoga bisa menginspirasi ibu-ibu juga kalau ada tugas dinas di LN atau Luar kota tapi bayi masih perlu ASIP.

Ada outing kantor ke Bangkok, selama 4 hari 3 malam dengan total orang sekantor sebanyak 40 orang, wajib ikut dan harus ninggalin baby di rmh yg usianya masih 9 bulan hikss…
Setelah cari info sana sini, dan hunting kebutuhan untuk bisa maintain pumping/perah asip, 1,5 liter ASIP berhasil dibawa buat oleh-oleh 🙂

Modal awalnya adalah NIAT! karena kalau nggak ada yg satu ini, bubar lah semua. Setelah itu berdoa yg banyak agar jalannya dimudahkan.

Karena banyak cerita satu dan lain pengalaman berbeda, ada yg sangat mudah dan lancar tanpa hambatan, ada juga sampai yang harus berurai airmata bermasalah di imigrasi karena urusan membawa ASIP

Persiapan juga dilakukan termasuk keteteran karena menjelang berangkat kerjaan menumpuk dan lembur terus :(( *maaf jd curcol
selain niat, pastinya banyak hal yg harus dipersiapkan dong…yup…ini diantaranya:

1. Breast Pump

Bawa medela swing (elektrik) dan sempet beli unimom mezza (manual) just in case gak nemu listrik atau colokan. Tadinya sempet mau dipinjemin unimom forte sama temen, tp bisa over bagasi, hehe.. Selama disana akhirnya banyakan marmet krn ga sempet cuci Breastpump nya. Bawa botol plastik juga. bawaan medela kebetulan ada 3 pcs dibawa semua.

Image

2. Cooler
Ini yg paling penting, pengangkut asipnya hrs bener2 aman dan kuat. Setelah hunting dan kebingungan mau cari cooler box atau cooler bag, akhirnya nemu igloo macam ini. Sempet diledek temen kaya tukang es krim keliling, hihihi… tapi cuek saja, haha

Image

 

3. Ice gel/ice pack
Lumayan banyak bawanya, 3 bungkus Ice gel RBS dan Sun Gel, 1 Ice pack RBS, Ice Pack Snowgam, dan 2 Ice pack tipis bawaan cooler bag Pigeon

4. Kantong asip Natur. Bawa sekitar 20pcs (harus optimis dong bisa dapet banyak, hahaha), Spidol, post it, lakban bening

5. Sabun pencuci botol, sikat pencuci botol, tissu basah & hand sanitizer.

Ok, pagi itu jam 3 udah harus bangun karena flight jam 7.20 dan jam 5.30an udah harus check in. Cium dan doa buat baby sambil nahan mewek, dadaaaaaah…..

Berhubung  bawaan baju sengaja dikit karena mau prioritasin urusan ASIP, jadilah gak ada bagasi, semua diangkut ke cabin. Di imigrasi cooler box sempet dibongkar, tapi dengan penjelasan bahwa semua ini kebutuhan untuk membawa ASIP nggak jadi masalah masuk ke cabin. Oya, penerbangan dengan Tiger airways.

Sambil menunggu boarding, PD mulai nyut nyut dan harus pumping, di terminal 3 nursery room’nya bersih, bagus dan nyaman (maaf fotonya ke delete, hix) tapi sayang gak da colokan listrik, jd terpaksa pumping di mushola persis disebelahnya. Dapet skitar 120cc. Ketika boarding, asip hasil perah langsung titip ke pramugari untuk taro di chiller atau di es atau di tempat yang dingin (perjalanan skitar 3 jam). tips kalo apes nemu pramugari yg jutek, harus galakan kitanya, hehe…gak boleh sungkan-sungkan ya kalo udah urusan ASIP…tapi ya kita minta tolong baik-baik aja, kalo dijutekin baru deh jutekin balik dengan kerlingan maut, arrrrgh……

sampe Bangkok langsung check in di hotel, karena dari airport ke hotel aja udah 1 jam sendiri di jalan. Syukurnya dapet kamar yg ada kulkasnya, jd lgsg taro smua ice gel & ice pack di freezer, asip di chiller dan langsung pumping lagi.
Satu hal yang harus diniatkan dengan amat sangat kuat adalah, usahakan jangan malas pumping, seberat apapun kondisi dan tantangannya. separah2nya, minimal bangun tidur dan sebelum tidur usahakan kosongkan PD.

Selanjutnya menjalani aktivitas sehari-hari di Bangkok dengan selalu menyempatkan pumping atau marmet. Di mall, di Bis, di hotel, terus2an secape apapun dan semalam apapun baru balik ke hotel. Roomate sampe bosen kali liatnya, tapi untungnya mereka amat sangat pengertian.

Sebagai back up, aku bawa jg cooler bag kecil medela seperti ini. ImageMaksudnya biar selama kelilingan diluar hotel asip hasil pumping/perah msh bisa aman sebelum nyampe hotel.

Di hari terakhir di Bangkok adalah hari yang paling menantang. Karena harus check out dari jam 11. 30’an sedangkan flight balik ke Jakarta baru jam 9 malam 😦
Jadiiii, harus bener2 tepat perhitungan simpan menyimpan asipnya biar selamet sampai rumah. Btw, selama di Bangkok ASI hasil perahan semua disimpen di chiller (kulkas bawah) dan gak ada yang dibekukan. Katanya sih aman kok sampe 6 hari juga, lagian kalo dibekuin dan keburu cair malah jd sutris mikirinnya…

Setelah check out jam 12an siang, langsung lapor ke bagian front desk kalo aku butuh titip asip dan icepack/ice gel. Untungnya front desk sangat baik hati, dengan senyum yang ramah diarahkan ke bagian restoran untuk semua urusan ini. Walaupun di restoran wajahnya pada bingung (apalagi bartendernya dapet yg cowo) dan amit-amit ya di Bangkok tuh bahasa jadi problem banget, susyaaaaah deh cari yang bisa bahasa inggris. Yang bawel aja dan pastikan mereka ngerti dan bener ngerjain yang kita minta, hehe…dengan tetep senyum manis tentunya 🙂

Setelah memastikan semua aman, baru deh berani keluar dari hotel.

Balik lagi ke hotel jam 4 sore, mulai deg-deg-an…karena harus segera ke airport melewati traffic Bangkok yg mirip Jakarta macetnya. Nyampe airport jam 6.30an, check in (ASIP diputuskan masuk cabin) dan setelah melewati imigrasi lagi, anehnya asip cair di coolbox malah ga diperiksa sama sekali!! padahal diisi di kantong natur masing2 lebih dari 150cc, dan gak di masukin kantong ziplok tiap 5 kantong (ada aturan begitu juga biar ga bocor).

Yang diperiksa malah ASIP yg baru saja merah ketika nyampe airport, ada sekitar 100cc di botol medela dan 1 tas isi breast pump. Memang ditanya “what is this” dan where is Your kid?” tapi setelah dijelasin semua lolos, fyuiiiih….

Sampai jakarta sekitar jam 1 pagi, udah minta suami jemput bawa es batu, jaga2 kali aja ice gel/ice pack ada yg mencair..ternytaaaa….msh beku!! Hingga di rumahpun sekitar jam 2.30an semua masih beku, asip cair 10 kantong langsung masuk ke freezer….yg di botol taro di chiller.

Advertisements

3 thoughts on “Oleh-oleh ASIP dari Bangkok

  1. Mom.. Mau tanya.. Waktu berangkat dari jkt nya, si icegel itu dlm kondisi beku gpo ya masuk kabin tigerairqays? Soalnya tadi aku telp call centernya, dibilang ga boleh;( atrus katanya pas balik ke jkt pun asip harus masuk bagasi. Aku rencana ke spore hari minggu ini naik tiger juga.. Thanks ya:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s