Tips travel sama si balita? Jangan bikin rempong yang tidak perlu dirempongkan :)

Di-share dari note FB rekan :). Link asli

Oleh Bunda Miriam Rustam

Banyak sekali temen yang nanya sejak kami punya Tara dan masih aja keliaran kesana kesini: gimana caranya? mbaknya gak diajak? makannya gimana? apa nggak capek ngurusin sendiri?.

Hmmmm….let’s stop for a while. Mungkin pertanyaan awalnya harusnya adalah: tujuan jalan-jalannya apa?. Kalau kami, karena sadar 200% sering pulang malam (eh yang ini sih true for my boyfriend ding sekarang, buangeeeettt… *curcol*), jadi sejak punya anak kita berdua sudah bersumpah: weekend dan hari libur si mbak akan jadi ‘pembersih’ alias kalau pup kasih mbak, baju kotor urusan mbak…dan yang gitu-gitu deh. Selebihnya urusan kita.

Pas punya Lila, di usia kepala 4 dengan kesadaran penuh tulang pinggang sudah mulai sering menjerit, ya saya memang jadi lebih ‘manja’ sih, si mbak jadi lebih sering kita ajak kalau pergi di dalam kota, karena pueeggeeeelll reeekkk apalagi Lila jauh lebih physically active dibanding si kakak dulu yang sukarela duduk manis di car seat atau stroller-nya. Dan si kakak yang walaupun sudah hampir 8 tahun tapi kadang masih keluar 5 tahun-nya 😀 But still we try to spend as much time as we can with the both of them, dengan campur tangan si mbak sekecil mungkin.

Nah kalau travel jauh ya podo wae. Tujuannya travel dengan anak selain ngenalin hal-hal baru, ya supaya kami punya waktu eksklusif dengan anak-anak. Makanya especially kalau tujuannya adalah liburan (alias, gak ada agenda mengunjungi saudara atau siapapun di tempat tujuan), kami gak akan mau ajak si mbak. Yaaaa alasan lainnya sih juga karena saya malaaasss harus mikirin ini itu untuk orang lain, which akan harus dilakukan mau tidak mau kalau ajak si mbaknya.Tapi kalau agendanya adalah mengunjungi seseorang (misalnyaaaa pas lebaran :D), nah itu pasti kami ajak si mbak. Supaya lebih konsen beramah tamah dengan mereka yang lama gak ketemu.

Nah terus gimana tuh ngurusin si balita tanpa mbak?. Saya mungkin jenis emak gamau rempong. Kalau mau dibilang ‘tips’ ya tips saya cuma itu aja: jangan bikin rempong yang gak perlu dirempongkan supaya gak pusing sendiri. Dan oh satu lagi: make sure bapaknya memang bisa diajak kerjasama!. Ini faktor pueeeennnttttiiiiiiing beyond belief. Gimanapun kan butuh kerjasama yaaaa….ngurusin anak kan bukan cuma tanggung jawab si emak yaaaaaa….jadi bapaknya harus bantuin *toyorajakalaunggakmau*

Tips lainnya:

1. Kalau bayi masih ASIX – WORRY NOT!!!!. Sumpah. Gak perlu bersihin botol, gak perlu bawa air panas, gak pusing nyiapin susu, gak usah takut kualitas air. Jadi apalagi bundaaaaa….angkut aja itu bayiiiii… Tara’s first travel itu dia baru 2 bulan, kami boyong naik mobil Jkt – Semarang – Jkt. Bawaannya cuma baju aja!Oh dan tempat bobok yang nyaman juga ding.

2. Kalau anaknya sudah mulai MPASI, jujur, saya gak ambil pusing harus homemade etc. Sebisa dan semasuk akalnya ajalah kalau saya sih. Yang bisa disiapkan dari rumah dan dimasukkan kulkas, ya saya bawa pakai cooler box pas di jalan, masuk kulkas di hotel. Ini misalnya sup2-an, puding (utk 11bln ke atas), atau puree sayur/buah beku. Manasinnya? ya gampang toooh tinggal minta mangkuk isi air panas di restoran manapun kita berhenti, taruh itu makanan di mangkuk lain, rendam, beres. Selebihnya, saya lebih banyak bergantung pada buah (termasuk buah dada kalau anaknya masih ASI ;p). Pisang terutama – the easiest to find. Terus juga loads of biscuits for the road. Ya tentunya biskuit yang sesuai sama usia anaknya yaaaa. Juga roti. Ini karena kami kalau sudah ngelantur, bisa berjam-jam di jalan dan lewat jam makan. Nah ini lagi. Saya gak mau tuh rempong mikir jam segini harus berhenti untuk makan. Pokoknya kalau masih asik, ya lanjut aja. Makanya di mobil harus siap terus semua makanan itu. Plus air.

3. Homemade MPASI is good, but, we’re on holiday!. Saya pernah sih baca ada yang bawa segala rupa selama travel. Waduh, saya mah gak sanggup kalau harus full homemade selama liburan. Emak gak mau rempong gini…. Dan excuse saya adalah: toh di hari-hari lain si anak sudah makan homemade food terus. Dan liburan paling lama cuma 10 hari (hmmmm…..belum pernah sih….akan pernah gak ya… *langsungingetjadwaljadwalmeetingsipacar*), jadi ya sudahlah, let’s try to loosen up. Jadi, dulu waktu Tara maupun sekarang dengan Lila, saya kombinasikan saja homemade dengan instant MPASI (hehehehe…bisa dihujat nih eke sama emak-emak homemade MPASI ;p). Dan instant juga biasanya saya pakai yang ready to eat, yang dalam toples-toples kaca itu. Kenapa? karena malas bawa perabotan! 😀 See….tema utama dari tips saya adalah: hindari kerempongan ;p Dan 1 – 2 minggu sebelum jalan biasanya saya beli beberapa untuk dicoba ke anaknya, supaya tahu apa yang dia suka. Nah yang paling enak kalau anak sudah setahun. Itu saya lepas untuk eksperimen. Lila minggu depan setahun, ya wes lah, curi start aja (hehehehe…bisa kena hujat lagi nih sama emak-emak penganut no gulgar sblm 1 thn ;p). Kemarin di Bangka, saya biarin Lila coba pempek karena kepengen pas lihat saya makan. Itu juga cuma secuil-secuil. Dulu Tara saya biarin makan jagung bakar pinggir jalan waktu umur 2 tahun kami bawa ke Lombok. Dia juga makan udang bakar warung pinggir jalan. Yang bikin saya PD aja: ANAK ASI boooo’!!!!. Insya Allah perutnya kuat!. Dan kalau dia masih nyusu, insya Allah segala bakteri yang masuk, mampus dengan ASI yang dia minum. Jadi, kenapa harus takut??.

4. Kalau naik mobil, santai aja. Jangan kejar setoran!. Kami ini suka bingung kalau keluar kota, teteeeppp aja ada orang yang klakson-klakson, yang pengennya buru-buru. Lah, liburan aja kok kejar setoran buru-buru toh. Santai ajalah pokoknya. Kalau bawa balita yang berlaku adalah AGENDA SI KECIL. Artinya, kita boleh punya itinerary. Tapi jangan paksakan itu ke si bayi. Kenali tanda-tandanya. Patokan kami untuk berhenti kalau bawa balita cuma 1: dia sudah rewel beyond belief 😀 Itu tandanya harus berhenti supaya dia bisa jalan-jalan ngelurusin kaki. Atau kadang dia cuma pengen ngobrol atau digendong sama ayahnya yang nyetir berjam-jam 🙂

5. Selalu sedia ‘Kotak Doraemon’ yang isinya: hand sanitizer, tissue basah, tissue kering, Panadol, plester luka (you never know kapan anak akan jatuh), sunblock, lip balm dgn SPF

6. Sticking to schedule is important, but then again, we’re on holiday!!. Jadi kami juga gak mau pusing dengan urusan jam mandi, jam makan etc. Tara tahu banget tuh kalau sudah liburan, dia boleh mandi siang. Bahkan kalau misalnya harus pergi pagi-pagi buta, dia tahu bahwa dia boleh cuma sikat gigi dan cuci muka aja. Buat kami penting anak-anak lepas dari aturan sebentar saat liburan, karena toh di hari-hari lain mereka sudah harus teratur. Kita aja ogah diatur-atur kalau pas lagi liburan, kan?. Apa adil berharap hal yang sama dari anak-anak?. Dan efeknya ke kita: kita juga jadi santai karena gak harus mikir anak harus ini itu. We can all then enjoy the time. Together.

 Hmmmm….apalagi ya. Self-sufficiency sih yang jelas ya: tahu apa yang harus dilakukan tanpa support yang biasa kita miliki di rumah. Dan itu: jangan bikin rempong yang tidak perlu dirempongkan, don’t worry be happy ajalah. Dan bagi para mama yang ngASI – nyantai aja mommies, anak-anak kita terlindungi dengan baik kok dengan cairan ajaib itu, manufakturnya kan udah yang paling TOB jd kenapa harus kuatir 🙂  Alhamdulillah saya sudah buktikan dengan 2 anak saya.

 Lila yang hari Minggu ini baru akan setahun, susah buanget makan. Makannya secuil-secuil. Jangan harap dia bisa habiskan semangkok kecil nasinya!. Awalnya saya kuatir apa dia kuat diajak jalan-jalan apalagi dengan acara berenang di kolam, main di laut, main pasir di pantai dengan angin yang sedang kencang. Tapi Alhamdulillah dia baik-baik saja tuh. Dan saya yakin yang bantu dia ya si ASI itu.

Gituuuu…. mungkin ada lagi yang mau nambahin tipsnya? Yuk share aja buat nambahin info buat yang lain. Karena akan ada masanya anak-anak gak mau lagi diajak jalan-jalan sama ortu, jadi mumpung belum bisa protes, boyong yuk si balita jalan-jalan! :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s