2

Menabung ASI Antara Jeddah – Jakarta

Tulisan ini bersumber dari web aimi: www.aim-asi.orghttp://aimi-asi.org/2011/08/menabung-asi-antara-jeddah-jakarta/

oleh webmaster on August 17th, 2011

Perjuangan Ratih, ibunya El, Pramugari

“Selamat Ulang Tahun El Nino Ahmad Hussain Nasution, semoga menjadi anak yang sholeh, berakhlak mulia, cerdas, sehat, pintar dan menjadi penyejuk hati papa dan ibu dan membawa kebahagiaan untuk orang banyak. You always me heart, Papa&Ibu love u!”

Hanya Allah yang Maha Tahu betapa bahagianya ibu di hari ini, 2 Juli 2011. Hari ini Alhamdullilah genap satu tahun ibu berjuang memberikan full ASI untuk kamu. Awalnya ini hanya niat untuk bisa terus memberikan ‘cairan emas’ , karena ibu harus bekerja di tempat yang jauh. Tentu sangatlah sulit untuk bisa merealisasikannya. Sampai suatu hari, ibu membawamu ke dokter anak untuk imunisasi. Dokter itu yang kemudian meyakinkan dan mendukung ibu, tidak ada yang mustahil bagi ibu untuk terus bisa memberikan ASI, meski ibu dan kamu terpisah jarak yang sangat jauh. Sebagai pramugari, ibu sering meninggalkanmu untuk berkeliling dari negara satu ke negara lain. Saat ini kamu di Jakarta, sedangkan ibu di Jeddah.

Dukungan dari dokter itu membuat ibu bertekad kuat untuk memberikan ASI apapun yang terjadi. Setelah 27 hari bekerja, ibu baru kembali ke Jakarta hanya untuk waktu 9 hari dan saat itu kamu tidak mau menyusu langsung kepada ibu sampai 2 hari. Ibu sedih sekali karena penolakan itu. Tapi selama 2 hari itu ibu tetap memompa dan bahkan sudah berniat untuk bertemu konselor laktasi untuk mengatasi masalah ini. Alhamdulillah dalam 2 hari ternyata kamu sudah mau kembali menyusu dengan ibu. Sejak itu meskipun lama ditinggal bekerja lagi, kamu tidak pernah menolak disusuin kalau ibu libur. Kamu makin besar makin pintar ya nak.

Perjalanan Panjang ASI Perah

ASI Perah untuk El awalnya hanya ibu sediakan untuk menambah stok di freezer. Namun selama bulan Maret, jadwal terbang ibu penuh untuk 15 hari dan itu tidak memungkinkan untuk menyimpan ASI di freezer karena ijin dari manager pantry belum ada. Selama itu pula akhirnya ibu tetap memompa ASI tapi membuangnya. Mulai dari situ, episode “kejar tayang”. Setiap ibu libur, kerjaan ibu hanya memompa ASI lagi dan lagi untuk mengejar ketinggalan selama 15 hari sebelumnya.

Sementara telpon dari rumah mengabarkan stok ASIP untuk El semakin sedikit. Meski ibu sempat lemes, panik dan stress membayangkan kamu tidak punya stok ASIP, namun ibu selalu bisa kembali meyakinkan diri.”Ratih, you can do it!” dan ibu selalu tetap berpikir positif.

Penerbangan Jeddah-Jakarta dibawah operasional Cengkareng base, dimana banyak senior yang tidak semua ibu kenal. Tapi entah mengapa, ibu selalu punya keberanian dan “bermuka tembok” untuk mencari crew yang beroperasi di hari itu. Kadang informasi ibu dapat dari teman-teman, broadcast BBM atau dari sistem jadwal. Biasanya atas nama ASI untukmu El, mereka bersedia menolong. Meski ada juga senior yang jutek ketika dimintai tolong karena mereka mengira ibu menitipkan nido (susu kaleng besar yang harganya lumayan murah).

Tetapi mereka biasanya selalu mau karena yang ibu titip adalah ASIP. Ibu mengingatkan mereka untuk meletakkan ASIP di cargo saja, jadi tidak memberatkan bawaan mereka di cabin. Ibu siapkan ASIP dengan packing yang bagus sehingga ASIP masih dalam kondisi beku sampai di Jakarta.

Ada tantangan yang tak kalah seru, ketika stok ASIP di rumah menipis, sementara hanya ada penerbangan dari Riyadh ke Jakarta. Artinya, ibu butuh perjuangan untuk mencari bantuan dari crew yang terbang hanya dari Jeddah ke Riyadh. Ibu cek ke sistem penjadwalan dan syukurlah ada crew orang Indonesia yang bisa dititipin. Jadi crew itu membawa ASIP ke Riyadh dan dia hanya meletakkan di pojokan koper crew yang akan ke Jakarta. Ibu juga sudah janjian dengan crew yang terbang dari Riyadh ke Jakarta. Perjalanan ASIP untuk El lumayan panjang juga.

Ketika tidak ada orang Indonesia, ibu mencari orang Asia yang bisa dititipin ASIP. Kali ini ibu berhasil minta tolong crew dari Malaysia untuk membawakan 20 botol ASIP untukmu, El. Pokoknya target ibu hanya menyambung ASIP untuk El besok dan lusa saja.

Dua hari berturut-turut mengirim ASIP karena kejar tayang, membuat Papamu kaget karena setiap mengambil ASIP dari temen-temen ibu, ongkos kurir bisa 70 ribu sekali jalan. Tergantung lokasi penjemputan, kalau harus mengambil dari rumah teman ibu yang agak jauh dari Cinere, bisa 100-150 ribu juga ongkos kurirnya. Ibu selalu meyakinkan Papamu bahwa kita sudah berjanji untuk menjadi pejuang ASI buat El. “Ini salah satu risikonya. Sebentar lagi El setahun dan perjuangan akan sedikit berkurang.”

Ibu merasa beruntung kalau pas dapat penerbangan internasional. Hotelnya lebih fleksibel, jadi begitu sampai di hotel ibu biasanya langsng menghubungi pantry untuk menanyakan izin menyimpan ASIP di freezer mereka. Ada hotel yang menyediakan freezer kecil yang benar-benar bisa bikin beku, seperti di Johannesberg beberapa waktu lalu. Bikin ibu makin semangat nabung ASIP buat kamu, El.

Sekarang ibu sedikit bisa bernafas lega ya El. Ibu akan meneruskan pemberian ASI sampai kamu 2 tahun nanti, Insya Allah. Ibu tau perjalanan El masih panjang dan ASI bukanlah titik final dalam proses tumbuh kembangmu hingga nanti kamu menjadi menusia dewasa yang cerdas dan bersahaja.

Maafkan ibu ya nak, sering jauh dari kamu, sementara kamu masih membutuhkan dekapan ibu, kamu membutuhkan ibu untuk memperhatikan pertumbuhanmu dari hari ke hari. Apalagi kalau kamu sedang sakit, rasanya dunia ibu hancur..berasa gak butuh kerjaan, gak butuh uang, ibu hanya ingin dekat dengan El, mendekap dan menciummu, menyusuimu dan menatap matamu yang seperti magnet buat ibu. Mata yang bikin damai hati ibu.

Tetapi ini jalan yang ibu dan papa pilih, juga demi El yang kami sayangi. Sabar ya nak, maafkan ibu. Ibu akan segera kembali mendekapmu nak. Di ultahnya kemarin, El juga sudah terima gift dari markas sehat yaa, langsung dua deh! Varicella dan Hep A.

  • Ucapan syukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan keajaiban ditengah-tengah hal yg kayaknya gak mungkin tapi selalu dengan mudah ibu jalani, Alhamdulillaahhhh.
  • Untuk suamiku tercinta yg slalu memberikan supportnya menjadi pejuang ASI dan pejuang RUM utk EL (luv u pa)
  • Keluargaku (yangti, yangkung, nenek n’ adek-adek yg selalu aku repotin untuk ambil ASIP di Mulia saat weekend or blanja lauk,sayur & buah EL yg abis, hehehe luv u sis)
  • Seluruh CGK base & JED base, tanpa perpanjangan tangan & kebaikan hati kalian, EL ga akan sukses dapat full ASI til now (even one time, salah seorang temen ibu nyeletuk ‘ya oloooo ibu EL, ribet bnerrr sihhh ngerebus botol blablabla. Kalo gue sih mendingan ngeluarin uang 1,5jt/bln deh daripada harus repot dan pusing kayak loe.’ Hmmm 2 anaknya memang tidak ASI, jadi ibu better silent than sakit ati dengernya)
  • Mas Pur – kurir ASIP EL, yang selalu setia jemput ASIP EL dimanapun (Allah bless u mas)
  • All smart parents di milis asiforbaby yang cerita-ceritanya selalu menginspirasi saya untuk tetap terus
    semangat berjuang demi ASI

(Ratih – ibu EL 1y3d)
*lagi menghadiri sumpah dokter adikku di balai sudirman, merinding denger isi sumpahnya. Berat bener pertanggung jawabannya di depan Tuhan & masyarakat.

Ditulis ulang oleh AIMI atas ijin ibu El.

Advertisements