Aturan Pemerintah RI Terkait Penambahan Zat Gizi dan Non Gizi dalam Susu Formula

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No HK 00.05.1.52.3572 tgl 10 Juli 2008 Tentang Penambahan Zat Gizi dan Non Gizi Dalam Produk Pangan 

–          Pasal 1: penambahan gizi dan non gizi pada produk pangan harus memenuhi peraturan kepala BP PM no. HK.00.05.52.0685 tahun 2005 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional

–          Pasal 2: penambahan ARA dan DHA wajib memenuhi persyaratan rasio ARA:DHA = 1-2:1

–          Pasal 3: Kandungan EPA tdk boleh melebihi kandungan DHA Sumber ARA berasal dari Ganggang sumber DHA berasal dari Fungus

–          Pasal 4(1), informasi kandungan ARA dan DHA hanya dapat dicantumkan dalam informasi nilai gizi

–          Pasal 5: dilarang menambahkan Lutein pada produk formula bayi dan lanjutan, sphyngomyelin pada produk formula bayi dan lanjutan, gangliosida pada produk pangan.

–          Pasal 6: dilarang mencantumkan klaim gizi dan klaim kesehatan tentang ARA, DHA, Lutein, sphingomyelin dan gangliosida

–          Pasal 7: Pasal 5 bisa dikesampingkan bila memberi manfaat dan sudah ditetapkan oleh kepada badan

–          Pasal 8: Iklan pangan tentang ARA, DHA, lutein, sphingomyelin, gangliosida harus dihentikan

Advertisements

One thought on “Aturan Pemerintah RI Terkait Penambahan Zat Gizi dan Non Gizi dalam Susu Formula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s