Salah Paham 3 Hari Bayi Baru Lahir Tidak Memerlukan Cairan

         ASI sebagai sumber nutrisi terbaik memang tidak seorangpun dapat menyangkalnya, tidak ada kontroversi mengenai hal tersebut dari seluruh pakar baik sisi kedokteran maupun nutrisi. Selain itu juga studi menunjukkan hanya 2% Ibu yang secara medis dikatakan tidak dapat menyusui bayinya. Namun ada situasi tertentu (namun sangat jarang terjadi) yang mengakibatkan Ibu yang baru saja melahirkan diminta tidak menyusui bayinya terlebih dahulu. Sayangnya hal ini bisa menimbulkan salam paham bagi orangtua yang berniat memberikan nutrisi terbaik tersebut akibat informasi yang kurang lengkap. Berikut salah satu kasus nyata

         Pada suatu hari sebut saja seorang DSA ditelepon perawat RS yang kebingungan dengan seorang ayah yang memaksa istrinya untuk menyusui bayinya yang baru saja lahir, sedangkan oleh dokter spesialis kandungan (DSOG) dilarang karena sang Ibu harus mengkonsumsi obat yang mengandung morfin (Cttn: sebenarnya menurut American Academy of Pediatrics, morphine is compatible for breastfeeding mother dan risetnya menyatakan khususnya segera setelah bayi lahir). Walaupun ada alternatif jenis obat-obatan lain, tapi itu bukan kewenangan DSA , tugasnya hanyalah memberitahu bahwa anaknya perlu segera mendapat asupan cairan setelah beberapa jam lahir. Ayah si anak menolak dengan keras, dan mengatakan harus disusui saat itu juga atau puasa. Alasannya toh katanya bayi baru lahir bisa hidup tanpa cairan apapun selama 3 hari. Nah, pilihan kedua inilah yang ditentang keras oleh DSA tersebut dan disalahpahami oleh orangtua bayi dan mungkin beberapa diantara kita. Jadi begini, memang benar secara teori bahwa bayi lahir masih mendapatkan cadangan makanan dari tubuh Ibu dan mampu bertahan hidup hingga 3×24 jam. Disisi lain, agar pemberian ASI eksklusif sukses, maka pemberian sufor tidak diperlukan. Namun pada masa tersebut, bayi harus segera disusui oleh Ibu terlepas apakah ASI-nya Ibu  keluar atau tidak. Pada dasarnya selama masa tersebut ASI Ibu pasti keluar dalam bentuk kolostrum walau dalam jumlah sangat sedikit (sehingga susah mengetahui dan mengukur berapa banyaknya). Produksi ASI yang masih sangat sedikit ini memang telah diatur oleh oleh alam, disesuaikan dengan keadaan sang bayi. Dalam tubuh bayi baru lahir, masih banyak terdapat cairan diluar sel, sehingga ia tidak memerlukan air dalam jumlah yang banyak dalam hari-hari pertama. Setelah 3 atau 4 hari, cairan diluar sel tubuh bayi sudah berkurang, sehingga bayi memerlukan cairan lebih banyak untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Oleh karena itu, saking sedikitnya ASI keluar orang berasumsi tidak keluar padahal yang benar ya keluar langsung ditelan bayi sesuai yang diperlukan bayi.

       Yang dilarang keras oleh DSA tersebut adalah pengetahuan si ayah bayi tentang keinginan PUASAnya itu lho! Dia sama sekali tidak mau anaknya mendapat asupan cairan apapun kecuali disusui langsung dari istrinya. Mendingan anaknya puasa saja selama 3 hari! Padahal pemberian makan pada bayi perlu dimulai beberapa jam setelah kelahiran, kalau tidak resikonya bayi bisa mengalami hipoglisemi (gula darah turun) yang berakibat pada kejang dan bisa menimbulkan kematian. Waktu itu ditawarin DSA tersebut untuk dibawa pulang saja bayinya karena bayinya sehat, mungkin ada donor ASI dari pihak keluarga atau tetangga. Atau diberikan sufor yang diberikan melalui cup, sendok, atau pipet untuk menghindari resiko bingung puting tinggi pada newborn baby. Intinya bayi baru lahir DILARANG puasa. Keputusan terakhir DSA tersebut  mempersilahkan Ibu untuk tetap menyusui bayi karena resiko berpuasa jelas lebih besar dari resiko morfin dalam ASI pada bayi.

Update: dari informasi terbaru yang kami dapatkan, ternyata benar seperti dugaan kami bahwa si Ayah belum paham benar tentang ilmu ASI, terbukti ketika si dokter meminta agar bayi rooming in (rawat gabung) dengan si Ibu agar proses menyusui lancar dan merangsang keluarnya ASI, eh ia menolak dengan berbagai alasan, seperti habis operasilah, hipertensi-lah dsbnya. Padahal rawat gabung termasuk kunci utama sukses langkah pemberian ASI eksklusif berhasil. Dari kasus ini kami teringat beberapa Ibu pasiennya yang gagal menyusui karena stres dipaksa harus bisa menyusui, yang menyedihkan ini biasanya dilakukan oleh suaminya 😦

 Referensi

http://pain.emedtv.com/morphine/morphine-and-breastfeeding.html

http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/taking-medication-while-breastfeeding/analgesics

Advertisements

2 thoughts on “Salah Paham 3 Hari Bayi Baru Lahir Tidak Memerlukan Cairan

    • Maksudnya kejadian ini? Ada di klinik bersalin swasta di Jatim. Klinik tsb memang belum pro ASI tetapi DSA ybs malah menawarkan rawat gabung mengingat keinginan si Ayah utk full ASI bagus. Tapi akhirnya si Ayah malah menolak 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s