Persiapan Pemberian ASI Perahan (ASIP) Bagi Ibu Bekerja

Bisakah saya tetap memberikan ASI eksklusif jika kembali bekerja nanti? Pertanyaan ini kerap menjadi kekhawatiran para Ibu bekerja (working moms) khususnya di Indonesia karena cuti melahirkan hanya berlaku maksimal 3 bulan.
Jawabannya: tentu saja, BISA! Ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif ketika kembali bekerja dengan memberikan ASI perahan (ASIP) kepada buah hatinya sebagai gantinya. Dengan motivasi kuat, kesungguhan, ketekunan dan komitmen penuh, Ibu bisa sukses menyusui 6 bulan tanpa susu formula bahkan 2 tahun tanpa susu formula. Untuk itu, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh Ibu jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir.
  1. Tanamkan rasa percaya bahwa si kecil akan baik-baik saja di rumah. Selain itu niatkan sungguh-sungguh untuk memberikan ASIP, tidak memikirkan susu formula sebagai alternatif, dan hanya ASI sebagai satu-satunya sumber gizi bagi bayi sampai usia 6 bulan. Keteguhan hati dan motivasi tinggi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
  2. Lakukan persiapan fisik seperti istirahat yang cukup, gizi baik, minum banyak cairan, makan buah dan sayur, dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu mendesak untuk dilakukan.
  3. Belajar memerah ASI dengan tangan. Meskipun Ibu berencana memerah ASI dengan pompa, belajar memerah dengan tangan memiliki banyak keunggulan (lihat penjelasan selanjutnya).
  4. Mulailah menyiapkan tempat penyimpanan yaitu:
  • Kulkas, jika memungkinkan yang 2 pintu dengan freezer terpisah.
  • Tempat/wadah ASIP, disarankan menggunakan botol kaca karena bisa dipakai ulang, aman dipanaskan dan dibekukan, tidak mencemari lingkungan. Tapi pada kondisi traveling atau tak tersedia botol kaca, dapat menggunakan plastik makanan yang food grade (tidak harus plastik khusus ASI, plastik biasa pun boleh asal yang food grade). Intinya tempat penyimpanan ASI harus kedap, tidak boleh ada cairan atau udara yang dapat masuk ke dalam botol atau kantong ASI. Tes botol ASIP yang dibeli dengan cara isi dengan air lalu posisinya dibalik atau diayun-ayun dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Beberapa merk botol kaca tutupnya belum sempurna sehingga ada cairan yang keluar. Jika cairan dapat keluar berarti kuman dari luar juga dapat masuk. Jadi.. selektiflah dalam memilih botol ASIP. Ingatlah untuk selalu memberi tanggal perah dan tanggal kadaluarsa di setiap botol atau ASIP
  • Pompa ASI (manual atau elektrik). Lebih disarankan agar Ibu memerah dengan tangan. Jika menggunakan pompa, jangan menggunakan pompa berbentuk terompet karena pompa jenis ini bukan diperuntukkan untuk menyimpan ASIP, namun hanya sekedar untuk mengosongkan payudara. Selain itu pompa jenis ini sulit dibersihkan dan disterilkan. Pompa yang tepat yang dilengkapi dengan botol di bawahnya, untuk memilih pompa yang tepat dapat dilihat dalam link berikut http://www.fda.gov/MedicalDevices/ProductsandMedicalProcedures/HomeHealthandConsumer/ConsumerProducts/BreastPumps/default.htm
  • Cooler bag, cooler box, atau bisa juga termos nasi.
  • Ice gel, Blue ice, atau bisa juga es batu.

Gambar 1. Perlengkapan ASIP untuk Ibu Bekerja

Berikut adalah lebih jelasnya  persiapan buat Ibu bekerja yang perlu dilakukan selama masa cuti

  • Bulan pertama (khususnya 40 hari pertama) setelah melahirkan

Pada bulan pertama setelah melahirkan produksi ASI belum stabil. Payudara bagai pabrik susu yang baru buka dan belum tahu berapa besar permintaan pasar. Sehingga payudara akan memproduksi ASI berlebih, sehingga tidak heran ASI seringkali merembes keluar. Saat inilah masa-masa emas untuk memanipulasi permintaan ASI sehingga produksi ASI berlimpah untuk seterusnya. Berikut adalah yang sebaiknya dilakukan:

–       Susui bayi secara langsung setiap kali bayi meminta. Aturan yang mengatakan bayi sebaiknya minum tiap 2-3 jam sekali kurang tepat. Yang benar adalah selama 40 hari pertama, frekuensi menyusu 8-12 kali dalam 24 jam. Terkadang ada bayi yang tertidur hingga 4-5 jam namun menyusu lebih sering dalam jam-jam berikutnya (cluster nursing). Jika frekuensi menyusu kurang dari 8 kali dan bayi tertidur, maka bangunkan untuk disusui, caranya bisa dengan dicium, atau diusap lembut dengan air sehingga ia tidak nyaman dan langsung mencari ASI.  Hal ini bisa juga terjadi pada bayi baru lahir hingga usia beberapa minggu karena aliran ASI yang lambat. Untuk membantu bayi mendapatkan aliran ASI yang lancar silahkan merujuk pada artikel “Kompresi Payudara” dan “Perlekatan Menyusu”.

–       Untuk menjamin stok ASI, rutinlah mengosongkan ASI dari payudara meskipun Ibu selalu bersama si kecil sepanjang waktu. Lakukan minimal sekali sehari pada saat ASI terasa penuh. Produksi ASI biasanya penuh pada dinihari atau pagi hari. Saat inilah saat yang tepat untuk mengosongkan ASI karena biasanya bayi sedang terlelap. Agar jam tidur Ibu tidak terlalu terganggu, Ibu bisa menyiasatinya dengan mengosongkan ASI sesegera setelah bayi menyusu karena sangat disarankan agar Ibu ikut istirahat ketika bayi tertidur.

–       Jangan pernah tergoda memberikan susu formula jika produksi ASI Ibu cukup. Indikator ASI cukup akan dijelaskan lebih lanjut di artikel “Tanda ASI sudah Cukup”.

  • Bulan kedua dan ketiga

–          Jika pada bulan pertama ASI dipompa dan dibuang karena Ibu senantiasa bersama sang buah hati sepanjang waktu maka menjelang akhir bulan kedua mulailah menabung ASIP. Hasil ASIP yang dilakukan di dinihari disimpan dalam tempat penyimpanan ASIP.

–          Latihlah bayi minum ASIP dengan cara disendoki atau cangkir (cup). Hal ini memerlukan waktu, sehingga Ibu perlu sabar supaya tidak menyerah terpaksa memberikannya melalui dot. Minum ASIP dengan disendoki atau cangkir bertujuan untuk menghindari bingung puting. Hindari penggunaan botol dan dot! Penelitian menunjukkan 80% bayi mengalami bingung puting, khususnya pada bayi yang berusia kurang dari empat bulan.

Ringkasan dan Tips:

  • Sekitar 1 bulan sebelum cuti berakhir, mulailah menabung ASIP (Cttn: beberapa situs/buku menyusui terkemuka menyarankan memerah ASI dapat dilakukan sejak awal menyusu untuk menjaga produksi ASI walaupun nantinya tidak digunakan/dibuang).
  • Berapa kali Ibu perlu memerah? Gunakan rumus sederhana ini: Jumlah jam Ibu berada di luar rumah (termasuk dalam perjalanan) dibagi tiga. Jadi 9 jam di luar rumah sama dengan 3 kali memerah. Misalkan saat baru datang ke kantor (berangkat lebih pagi agar sampai sekitar 15 menit sebelum jam kerja), saat makan siang, dan saat rehat sore atau saat akan pulang ke rumah. Namun hal ini tergantung pula dengan kapasitas penyimpanan payudara, beberapa Ibu dapat memerah ASI dengan sesi perahan yang lebih sedikit.
  • Jangan khawatir melihat produksi ASIP yang sedikit, jangan terbebani harus memproduksi berbotol-botol ASIP. Perlu diingat bahwa ASI hasil perasan tidak menunjukkan produksi ASI Ibu sesungguhnya. Sesedikit apapun hasil perahan, kumpulkan saja, lama kelamaan akan menjadi banyak dan practice makes perfect!
  • Setiap ada waktu, dikala sang bayi tidur, atau di sela-sela waktu menyusui, perahlah ASI sebanyak kemampuan. Tidak masalah Ibu mendapatkan 20 atau 30 ml. Masukkan ke tempat penyimpanan ASIP dan simpan di kulkas. Hasil perahan selama 24 jam boleh digabungkan setelah sama dingin. Setelah terkumpul 1 botol (100 ml), beri label tanggal dan naikkan ke freezer. Satu botol sehari cukup, sesuai kemampuan
  • Jika Ibu mulai menabung paling tidak 1 bulan sebelum masa cuti kerja berakhir maka voila sudah tersedia 20-30 botol ASIP beku di freezer!
  • Ajari pengasuh cara penanganan ASIP, menghangatkan dan memberikannya pada bayi paling tidak satu minggu sebelum Ibu kembali bekerja. Gunakan ASIP yang paling “tua” dulu, supaya rotasi berjalan dengan baik. (Cttn: Setelah kondisi cukup ‘stabil’ tercipta, dan dikarenakan ASIP yang paling baik kandungannya adalah yang paling segar, beberapa Ibu memilih memberikan ASI hasil perahan hari itu atau maksimum sehari sebelumnya. Stok ASIP beku tetap tersedia untuk jaga-jaga, misalkan kondisi listrik padam, hasil perahan sedikit, dll. Yang penting selalu diingat masa kadaluarsa penyimpanan ASIP).
  • ASI hasil perahan di kantor disimpan di botol kaca atau plastik food grade, lalu masukkan dalam cooler bag atau bisa dititipkan di kulkas kantor (jika memungkinkan).
  • Tetaplah memerah ASI minimal sekali sehari dan selalu susui bayi langsung ketika bersama-sama. Untuk menjaga produksi ASI, janganlah memberikan ASIP ketika kita bersama bayi

Referensi

BELANJA PERLENGKAPAN MENYUSUI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s