Produksi ASI Terlalu Banyak – Hindari Resiko Bayi Bayi Tersedak

Dalam proses menyusui, kebanyakan para Ibu merasa khawatir produksi ASInya terlampau sedikit sehingga bayinya kurang gizi. Tapi ada juga ibu yang bingung karena produksi ASI-nya berlimpah (hiperlaktasi). Bahkan dengan refleks pengaliran air susu yang ringan saja, ASI sudah memancar dengan deras. Walaupun produksi ASI yang melimpah lebih baik dibandingkan sebaliknya, namun terkadang produksi terkadang hal ini dapat menimbulkan kesukaran tersendiri bagi Ibu. Bayi akan merasa kurang nyaman dengan derasnya ASI sehingga dapat membuat bayi tersedak atau muntah ketika menyusu. Akibatnya bayi menarik diri dari payudara Ibu, atau menghisap (mengempit) puting saja, dan bahkan enggan menyusu. 

Mengapa produksi ASI tiap ibu berbeda-beda? Masalah ASI berlimpah atau hiperlaktasi ini diduga disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Antusiasme ibu. Bila dialami pada minggu-minggu pertama masa menyusui, maka hiperlaktasi bisa terjadi karena antusiasme tubuh ibu untuk menghasilkan susu sebanyak mungkin. Dalam waktu kurang lebih 6 – 10 minggu, tubuh ibu pun akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.
  • Alveoli banyak. Hiperlaktasi yang terjadi terus menerus bisa disebabkan karena ibu memiliki banyak alveoli (kelenjar yang memproduksi ASI) dalam payudaranya.
  • Ketidakseimbangan hormon. Masalah hiperlaktasi juga dapat disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan hormon ibu atau adanya tumor pada kelenjar pituitari (kelenjar yang terletak di bawah otak dan menghasilkan banyak hormon).

Beberapa tanda Ibu berlimpah produksi ASI adalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhan berat badan bayi lebih dari 2 pounds (907 gram) per bulan
  • Bayi tampak kesulitan dengan aliran ASI Ibu sehingga sering tersedak, tertahan napasnya, atau tergagap-gagap mulutnya kala menyusu
  • Bayi sering kentut dan pup nya tampak berbuih atau bersifat eksplosif

Namun demikian, Ibu jangan khawatir, ada kiat-kiat mengatasinya.

  • Sebelum mulai menyusui, perahlah sedikit ASI. Tujuannya untuk memperlambat aliran ASI. Namun jumlah ASI yang diperah sebaiknya tidak terlalu banyak, dan jangan melakukannya diantara dua waktu menyusui. Semakin banyak ASI yang Anda perah dan semakin sering Anda merangsang payudara, maka semakin banyak tubuh Anda memproduksi ASI.
  • Gunakan satu payudara untuk menyusui lebih dari satu kali susuan. Ibu dapat menggunakan satu sisi payudara untuk disusukan sebanyak 2-3 kali berturutan dan memompa payudara sebelahnya agar merasa lebih nyaman.
  • Cobalah beberapa posisi menyusui yang berbeda-beda. Posisi menyusui yang biasanya sesuai untuk adalah posisi ibu setengah tidur dan bayi ditengkurapkan di dada ibunya. Bayi bisa pula diposisikan seperti duduk pada paha Ibu menghadap payudara Ibu. Dalam dua posisi ini, gaya gravitasi akan memperlambat aliran ASI. Posisi sambil tiduran menyamping juga dapat membantu mengurangi derasnya aliran ASI
  • Frekuensi menyusu yang lebih sering dapat membantu mengatasi hal ini karena lebih sedikit ASI yang tersedia dalam setiap kali pemberian.

Untuk mengurangi produksi ASI, Anda dapat melakukannya dengan menyisakan ASI di dalam payudara. Caranya, upayakanlah agar bayi tidak terlalu lama menyusu. Seiring dengan berkurangnya jumlah ASI yang keluar dari payudara pada satu waktu menyusui, tubuh ibu pun akan mengurangi produksi ASI-nya.

Memang, upaya untuk mengurangi produksi ASI tersebut perlu waktu. Sementara itu, untuk mencegah baju Anda kotor karena ASI, gunakanlah breast pads dan baju atasan yang bermotif. Atau, tidak ada salahnya pula bila Anda mendonorkan kelebihan ASI Anda tersebut ke rumah sakit. Kelebihan ASI Anda akan sangat bermanfaat bagi banyak bayi lain.

Namun bila tidak ada satu cara pun yang berhasil pada Ibu dan dirasakan ini sangat mengganggu, segeralah konsultasi pada dokter atau konsultan laktasi. Hiperlaktasi mungkin membuat bayi sulit menyusu, namun hal ini tidak akan membahayakannya. Selain itu, kabar baiknya adalah tubuh Ibu memproduksi makanan dalam jumlah berlimpah, sehingga bayi dapat tumbuh kembang optimal.

Referensi

Advertisements

4 thoughts on “Produksi ASI Terlalu Banyak – Hindari Resiko Bayi Bayi Tersedak

  1. ASIku deras sekali…sampai bayiku sering tersedak…gimana yaa caranya biar produksi ASI tidak terllalu banyak…yg penting cukup buat bayiku…
    Pantesan Arka (2bln) pertambahan berat badannya cepet bgt…lahir 3,2kg skrg udah 6,1 kg…

    • Terima kasih atas komennya Bunda Wening, ASI produksi banyak malah bagus kan Bunda? 🙂 Utk menghindari tersedak coba posisi menyusuinya bayi agak ditegakkan.Trus sblm disusui, payudara diompa atau diperah beberapa saat agar alirannya agak berkurang derasnya (ada di artikel itu juga kok Bunda). Bayi ASI eksklusif jarang sekali obesitas selama tidak overfeeding. Over feeding terjadi manakala sedikit2 anak dijejalin ASI, tiap nangis langsung dikasih ASI dsbnya. O,,ya Bunda bisa cek di artikel lain dalam blog ini juga utk melihat status gizi ananda, dengan melihat panjang badannya pula.

  2. Bayiku baru 2w, pdhl anak pertama asiku dkit bgt pd ahirny ak kasih sufor.. tp adikny ini asi bnyk bgt smpe dia lepasin trus tiap asi bnyk, aga sesak buat nelen asi nya bun, kira2 usia bayi brp bln bs normal menyusu meskipun asi deras bun??? Trimakasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s