Tanda-tanda ASI Cukup

Ibu menyusui seringkali bertanya-tanya apakah ASI yang didapatkan bayinya telah mencukupi atau belum. Hal ini wajar bagi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan tidak ada asupan lainnya sehingga Ibu agak kesulitan mengetahui sudah berapa banyak susu yang diminum oleh si kecil. Kekhawatiran Ibu apakah bayinya mendapat nutrisi yang cukup atau tidak dapati diatasi dengan melihat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa ASI yang diberikan sebenarnya cukup memadai, yaitu sebagai berikut:

  1. Berapa lama waktu menyusu? Waktu menyusui tidak terlalu lama atau tidak lebih dari 30 menit. Dalam waktu tersebut bayi sudah dapat mengisap foremilk (low fat milk) dan hindmilk (high fat milk) yang diproduksi. Anggapan bahwa selama 10 menit pertama menyusu bayi telah mendapatkan 90% kandungan ASI adalah tidak benar. Dengan perlekatan yang benar bayi akan menyusu secara efektif sehingga tidak lebih dari 15 menit ia sudah merasa kenyang. Semakin besar bayi, ia akan semakin efektif dan pandai menyusu sehingga waktu yang diperlukan tidak selama masa ia lahir. Jika Ibu merasa bayi menyusu terlalu lama (hingga 1 jam atau lebih), maka kemungkinan besar sebenarnya ia hanya ngempeng bukan menyusu dengan benar. Ibu bisa mengevaluasi apakah bayi telah menyusu dengan benar (lihat poin 3 dibawah)
  2. Seberapa seringkah bayi menyusu? Sebagian besar bayi yang baru lahir akan menyusu sebanyak 8-12 kali dalam sehari, yaitu sekitar tiap 2-3 jam. Pada bayi tertentu yang mempunyai kemampuan minum yang tidak banyak biasanya interval tersebut menjadi lebih sering sekitar 1.5 – 2 jam. Bila kurang dalam waktu 1.5 jam sudah minta minum maka mungkin saja bayi bukan karena haus. Jika ia tidak memberikan tanda-tanda haus (menghisap jari, mulutnya tampak mencari-cari payudara), cobalah untuk menggendong atau mengayunnya. Atau periksalah popoknya, lingkungan sekitar (terlalu panas atau dingin). Bila tampak tenang maka ASI sudah cukup. Jika si kecil tidur dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari 4 jam, maka cobalah membangunkannya untuk menyusu. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai patokan untuk menjadwalkan menyusui, susui kapan bayi mau (on demand) khususnya pada 40 hari pertama kelahirannya. Pemberian ASI eksklusif dan proses menyusui umumnya berlangsung sukses pada komunitas masyarakat yang tidak terpatok pada jam/waktu. Alih-alih menggunakan interval waktu, patokan yang dapat digunakan Ibu adalah frekuensi menyusu yaitu sekitar 8-12 kali dalam 24 jam. Ada kalinya bayi menggabungkan waktu menyusu (cluster nursing) sehingga bisa saja ia tertidur selama 4-5 jam tanpa minum sama sekali. Selain itu ibu tidak perlu khawatir ASI nya akan habis jika terus dihisap, karena semakin sering bayi menyusu maka payudara akan semakin banyak menghasilkan ASI
  3. Apakah bayi telah menyusu dengan benar? ASI akan memadai jika bayi menyusu dengan benar. Ibu perlu memperhatikan seksama seksama apakah terdengar suara bayi menelan susunya serta adanya gerakan yang kuat dan berirama dari rahang bawah bayi (mulut terbuka-jeda-gerakan seperti menghisap). Selain itu, ketika bayi menyusu ASI dengan benar, maka ibu juga akan merasakan sensasi seperti ada yang menarik lembut dan bukan sensasi seperti dicubit atau ditarik puting susunya. Umumnya payudara akan terasa penuh sebelum menyusui dan terasa lebih lembut serta kosong sesudahnya. Agar bayi menyusu dengan benar maka perlekatan haruslah tepat (lihat artikel Perlekatan Menyusu).
  4. Bagaimana perkembangan berat badan bayi? Tanda pasti bahwa ASI memadai dapat terlihat pada penambahan berat badan bayi yang baik. Dalam keadaan normal usia 0 – 5 hari biasanya berat badan bayi akan menurun hingga 10 persen berat badannya setelah lahir Berat badannya akan naik kembali dalam waktu 10-14 hari. Usahakan setiap 2 minggu dalam bulan pertama bayi ditimbang. ASI dikatakan cukup jika berat badan naik kurang lebih 500 gram dalam 2 minggu. Dengan rajin menimbang, maka orangtua bisa mengetahui pertumbuhan berat badan si kecil dan status gizinya (lihat artikel Kapan Anak Dikatakan Tumbuh dan Bagaimana Status Gizi Anak Anda). Pada bayi tertentu yang mempunyai resiko gagal tumbuh (failure to thrive) biasanya pertambahan berat badan kurang dari 400 gram dalam 2 minggu. Pada kasus ini belum berarti menunjukkan ASI kurang. Bayi beresiko gagal tumbuh biasanya terjadi pada bayi dengan gangguan saluran cerna (penyakit celiac dll), dan sebagian kecil disebabkan karena gangguan metabolisme, endokrin, hormonal dan sebagainya. Ciri khas bayi seperti ini adalah bila minum tidak lama dan lebih sering. Biasanya tampak gangguan saluran cerna seperti sulit BAB, berak hijau dan anak sangat aktif bergerak.
  5. Bagaimana kondisi popok bayi? Pada hari ke empat setelah kelahiran maka bayi akan memiliki 6-8 kali popok basah per harinya dan sudah mulai buang air besar setiap hari secara teratur. Selama beberapa hari pertama feses bayi akan gelap dan lengket, lalu berubah menjadi kuning.
  6. Bayi yang mendapatkan ASI cukup umumnya lebih tenang, tidak rewel dan dapat tidur pulas. Bayi juga tampak sehat yang dapat pula dilihat dari geraknya yang cukup aktif dan matanya terlihat cerah dan ‘awas’, serta mulut dan bibir bayi yang tampak lembab.

  7. Gunakan insting Ibu untuk meyakinkan ASI yang diperoleh cukup mengingat setiap bayi umumnya memiliki pola makan yang unik dan kadang berbeda satu dengan yang lain. Selama bayi tumbuh dan berkembang secara optimal dan memiliki berat badan normal, maka ibu tidak perlu khawatir bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Referensi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s