Sukses Menyusui – Lakukan dengan Benar Sejak Awal!

Menyusui merupakan suatu proses fisiologis pemberian makanan untuk bayi yang alami. Air Susu Ibu (ASI) adalah susu yang dibuat khusus bagi kebutuhan bayi. Susu formula yang dibuat dari sapi atau kedelai hanya tampaknya saja mirip dengan ASI dan iklannya sajalah yang sering menyesatkan. Karena sifatnya yang alami itulah, seharusnya menyusui merupakan hal yang mudah dan bebas masalah bagi sebagian besar Ibu. Awal yang benar akan menjamin menyusui menjadi pengalaman yang menyenangkan baik bagi Ibu dan bayi.

Sebagian besar Ibu sesungguhnya sempurna mampu menyusui bayi mereka secara eksklusif selama enam bulan. Dalam kenyataannya, sebagian besar Ibu memproduksi ASI berlebih.
Sayangnya, kebiasaan atau rutinitas RS masih banyak yang didasarkan pada pemberian susu botol. Hal inilah yang menjadikan menyusui menjadi sukar, bahkan terasa tidak mungkin bagi banyak Ibu dan bayi mereka. Agar proses menyusui dapat dibentuk dengan baik dan benar, awal yang baik pada awal kelahiran bayi sangatlah penting. Bahkan andai diawali dengan buruk sekalipun, pada akhirnya bisa diperbaiki oleh Ibu dan bayi sendiri.

Trik utama dalam menyusui adalah perlekatan bayi pada payudara dengan benar. Bayi yang melekat dengan benar akan mendapatkan ASI dengan baik. Sebaliknya, bayi bayi yang perlekatannya buruk akan kesulitan mendapatkan ASI terutama jika produksi ASI sang Ibu rendah. Perlekatan yang buruk dapat disamakan dengan memberikan bayi botol yang lubangnya (bottle nipple) terlalu kecil. Botol tersebut penuh dengan susu namun bayi tidak dapat minum banyak. Bayi yang pelekatannya buruk juga dapat mengakibatkan sang Ibu nyeri puting. Selain itu, jika dia tidak mendapatkan ASI dengan baik, biasanya dia akan sekedar ngempeng di payudara dalam jangka lama yang justru memperparah nyeri Ibu. Sayangnya, setiap orang dapat saja memberitahu Ibu kalau bayi telah melekat dengan benar, padahal sesungguhnya tidak. Berikut adalah beberapa cara yang menjadikan menyusui terasa mudah.

  1. Pelekatan yang benar adalah kunci utama sukses menyusui. Sayangnya banyak sekali Ibu-ibu yang di”bantu” oleh orang-orang yang sebenarnya tidak paham bagaimana perlekatan menyusu yang benar. Ibu perlu bersikap skeptis jika ada seseorang mengatakan perlekatan Ibu selama 2 hari sejak kelahiran bayi sudah bagus padahal Ibu merasakan nyeri atau terluka pada payudara. Jika ini terjadi, carilah bantuan dari orang lain yang paham. Sebelum Ibu meninggalkan RS, Ibu seharusnya sudah ditunjukkan apakah bayi sudah melekat pada payudara dengan benar dan sungguh-sungguh telah mendapatkan ASI (mulut terbuka lebar – jeda – mulut menutup seperti menghisap). Beberapa video pelekatan yang benar dapat dilihat dalam http://www.breastfeedingonline.com/newman.shtml atau http://www.nbci.ca/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=6&Itemid=13. Lihat juga artikel “Perlekatan Menyusu”.  Jika Ibu dan bayi telah meninggalkan RS namun tidak mendapatkan pengetahuan ini, segeralah cari bantuan dari mereka yang berpengalaman.
  2. Bayi harus segera disusui sesegera mungkin setelah lahir. Sebagian besar bayi baru lahir dapat berada di sekitar payudara hanya dalam beberapa menit setelah kelahiran. Penelitian menunjukkan, jika diberikan kesempatan, bahkan banyak bayi yang baru berusia beberapa menit saja mampu merambat dari perut Ibu menuju payudara dan memulai sendiri menyusui. Walaupun proses ini bisa memakan waktu satu jam atau lebih, namun sangatlah berharga karena Ibu dan bayi dapat menghabiskan waktu bersama untuk saling mempelajari diri satu sama lain. Bayi yang belajar “pelekatan sendiri” (self-attach) akan mengalami jauh lebih sedikit masalah menyusui. Karena proses ini tidak memerlukan usaha Ibu sama sekali, jadi tidak ada alasan tidak dapat dilakukan dengan alasan Ibu lelah setelah melahirkan. Bahkan berbagai studi menunjukkan kontak kulit dengan kulit antara Ibu dan bayi menjadikan suhu bayi terasa hangat sebagaimana di dalam incubator.
  3. Ibu dan bayi seharusnya berada dalam satu ruang bersama (rawat gabung). Sama sekali tidak ada alasan medis untuk memisahkan Ibu dan bayi yang sama-sama sehat walaupun hanya sebentar saja.
    • Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa Ibu yang dipisahkan dari bayi mereka akan dapat beristirahat lebih baik. Sebaliknya, mereka justru merasa lebih rileks dan nyaman ketika bersama sang bayi. Dengan bersama-sama sejak awal, Ibu dan bayinya akan belajar tidur dalam ritme yang sama. Oleh karena itu, ketika bayi mulai terbangun untuk makan, secara alami Ibu juga akan terbangun. Terbangun dari tidur ini justru tidak melelahkan bagi Ibu karena dia hampir selalu berada dekat sang bayi ketika bangun. Hal ini akan menjadi semakin mudah jika Ibu belajar menyusui sambil berbaring.
    • Bayi biasanya mengambil beberapa saat sebelum mulai menangis karena lapar. Sebagai contoh, napasnya tampak berubah, atau badannya meregang. Sang Ibu, yang baru saja tertidur secara alami akan terbangun, ASInya mulai mengalir dan bayi siap disusui sebelum sempat menangis. Adapun bayi yang telanjur menangis sebelum disodorkan payudara bisa jadi menolak disusui walaupun dia sedang sangat kelaparan. Oleh karenanya, Ibu dan bayi sebaiknya memang tidur bersama-sama sejak di RS.
  4. Puting buatan (Artificial nipples) seharusnya tidak diberikan pada bayi. Sejauh ini memang masih terdapat kontroversi dengan apa yang disebut fenomena “bingung puting”. Pada dasarnya bayi akan mengambil (minum) dari cairan yang alirannya cepat sampai pada mereka dan menolak minuman yang alirannya kurang lancar. Karena itu, dalam beberapa hari pertama, ketika Ibu normalnya baru sedikit memproduksi sedikit ASI (karena memang alaminya seperti itu), dan bayi justru diberikan botol yang alirannya lebih cepat, tentu saja bayi lebih memilih botol. Tidak perlu menjadi seorang ilmuwan mengapa hal ini terjadi. Perhatikan, jadi bukan bayinya yang bingung. Masalah bingung puting mencakup mulai dari bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik hingga nyeri/luka pada puting Ibu
  5. Tidak ada pembatasan pada lama dan frekuensi menyusui. Bayi yang minum dengan baik tidak akan berada pada payudara berjam-jam dalam satu periode. Jika hal ini terjadi, berarti dia tidak melekat dengan benar, sehingga tidak mendapatkan ASI yang tersedia dengan baik. Carilah bantuan untuk memperbaiki perlekatan menyusui dan gunakan kompresi/penekanan pada payudara agar bayi mendapatkan lebih banyak ASI (baca artikel Kompresi Payudara). Dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran, kompresi akan membantu aliran kolostrum yang sangat diperlukan bayi
  6. Suplemen seperti air, air gula, dan formula sangat jarang diperlukan. Jika Ibu diberitahu untuk memberikan suplemen oleh seseorang yang tidak pernah mengamati Ibu di kala menyusui, jangan langsung percaya. Memberikan suplemen merupakan kasus yang sangat jarang dan seringkali disarankan semata demi kenyamanan pihak RS sendiri. Jika suplemen memang diperlukan, maka pemberian yang disarankan melalui alat bantu laktasi pada payudara, bukan dengan cangkir, botol, atau alat-alat lainnya. Suplemen terbaik adalah kolostrum Ibu sendiri
  7. Sampel gratis susu formula dan brosur dari pabrik susu formula bukanlah hadiah. Praktek pemberian susu formula sebagai “hadiah” merupakan cara efektif untuk membujuk Ibu menggunakan susu formula walaupun ini merupakan strategi pemasaran yang sama sekali tidak etis. Jika Ibu mendapatkan dari professional kesehatan, Ibu sepatutnya mempertanyakan mengenai pengetahuan dan komitmennya mengenai masalah ASI dan menyusui. “Tetapi saya tetap memerlukan formula karena bayi saya tidak cukup mendapatkan ASI”. Mungkin saja, tetapi kecenderungannya adalah karena Ibu tidak mendapatkan bantuan/informasi yang baik, akibatnya bayi tidak mendapatkan ASI yang tersedia.

Dalam beberapa kondisi, bisa jadi tidak mungkin memulai menyusui seawal mungkin. Tetapi, sebagian besar “alasan medis” (misalnya, pengobatan kelahiran) bukan alasan yang benar untuk menghentikan atau menunda menyusui. Jika ini terjadi pada Ibu, berarti informasi yang salah diberikan, carilah bantuan. Bayi premature dapat mulai menyusui seawal mungkin. Faktanya, berbagai studi justru meunjukkan tingkat stress yang lebih rendah pada bayi prematur yang disusui dibandingkan yang diberikan susu botol. Sayangnya, para petugas medis yang menangani kasus bayi prematur tidak aware terhadap masalah ini.

Referensi

Jack Newman, 2005. Handout #1. Breastfeeding—Starting Out Right from The Ultimate Breastfeeding Book of Answers

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s