Seputar Pertumbuhan Bayi

Pertumbuhan Bayi Berdasar Berat Badan, Panjang Badan, & Lingkar Kepala

Berapakah seharusnya berat badan (BB) bayi disusui yang normal adalah salah satu masalah yang paling sering diajukan orangtua. Selain berat badan, panjang dan lingkar kepala juga menjadi salah satu acuan pertumbuhan fisik bayi. Berikut adalah rata-rata pertumbuhan bayi yang disusui. Tabel-tabel berikut bersumber dari artikel : http://www.kellymom.com/babyconcerns/growth/index.html

Tabel 1. Rata-rata Pertumbuhan Berat Badan (BB)

Usia

Rata-rata Pertambahan BB1

Rata-rata Pertambahan BB2,3

0-4 bulan

155 – 241 grams per minggu

170 grams per minggu *

4-6 bulan

92 – 126 grams per minggu

113 – 142 grams per minggu

6-12 bulan

50 – 80 grams per minggu **

57 – 113 grams per minggu

  * Pertumbuhan BB sebanyak 113-142 gram per minggu masih diperkenankan.

**Pada usia 3-4 bulan pertumbuhan BB bayi yang disusui akan mencapai 2x BB lahir, menginjak usia 1 tahun umumnya mencapai 2.5-3x BB lahir 1.

Referensi

  1. World Health Organization Child Growth Standards, 2006.
  2. Riordan J. Breastfeeding and Human Lactation, 3rd ed. Boston: Jones and Bartlett, 2005, p. 103, 512-513.
  3. Mohrbacher N and Stock J. The Breastfeeding Answer Book, Third Revised ed. Schaumburg, Illinois: La Leche League International, 2003, p. 148-149

            Sedangkan tabel 2 meringkaskan rata-rata pertumbuhan panjang badan dan lingkar kepala. Untuk anak atas 1 tahun baik laki-laki maupun perempuan dapat dilihat langsung dari kurva pertumbuhan WHO atau CDC.

Tabel 2. Rata-rata Pertumbuhan Panjang Badan (PB) dan Lingkar Kepala (LK)

Usia

Rata-rata Pertambahan Panjang BB1

Rata-rata Pertambahan BB2,3

0-6 bulan

2,5 cm per bulan

1, 27 cm per bulan

6-12 bulan

1, 27 cm per bulan*

64 mm per bulan

 *Menginjak usia 1 tahun, bayi yang disusui umumnya akan mengalami bertambah panjang 50% dari PB lahir dan lingkar kepala bertambah 33% dari LK lahir.

Referensi:

  1. Mohrbacher N and Stock J. The Breastfeeding Answer Book, Third Revised ed. Schaumburg, Illinois: La Leche League International, 2003, p. 148-149.

 

Beberapa Hal yang Perlu Diingat Ketika Mengevaluasi Pertumbuhan Berat Badan

            Penurunan BB sebanyak 5-7% selama 3-4 hari dianggap normal. BB yang berkurang 10% terkadang dianggap normal, namun pengurangan sebanyak ini merupakan tanda untuk mengevaluasi proses menyusui yang berlangsung. Sebaiknya Ibu mengecek BB bayi pada hari ke-5, sehingga jika ditemukan masalah pertumbuhan dapat segera diatasi sejak dini.

            Menginjak hari ke 10 hingga minggu ke-2, bayi seharusnya telah kembali mencapai BB lahirnya. Jika bayi kehilangan BB cukup berarti pada beberapa hari pertama, atau bayi sakit atau lahir prematur, ia memerlukan waktu lebih lama kembali pada BB lahir. Jika bayi tidak mampu mencapai BB lahir selama 2 minggu, evaluasi terhadap proses menyusui perlu dilakukan.

            Yang tidak kalah penting adalah penimbangan BB bayi seharusnya dilakukan dengan timbangan yang sama dan diusahakan dalam keadaan tidak berpakaian untuk mendapatkan perhitungan BB yang akurat.

            Selain itu, ketika mengevaluasi pertumbuhan anak, tidak hanya menganalisis kurva pertumbuhannya, hal-hal berikut juga perlu diperhatikan:

  • Bagaimanakah ukuran fisik orangtua? Bagaimanakah kurva pertumbuhan orangtua ketika bayi? Bagaimana dengan saudara bayi atau anggota keluarga lain? Genetik berperan penting dalam ukuran fisik seorang bayi
  • Apakah bayi tumbuh secara konsisten? Cttn: Bayi dianggap tumbuh walaupun BB-nya misal selalu berada dalam kurva kuning KMS, asalkan konsisten. Lihat artikel terkait.
  • Apakah perkembangan bayi yang lain sesuai dengan usianya?
  • Apakah bayi tampak sehat, lincah, dan aktif?
  • Apakah bayi menunjukkan tanda-tanda cukup ASI?

 Jika orangtua merasa perkembangan BB bayi yang mendapatkan ASI eksklusif kurang menggembirakan khususnya pada bulan-bulan pertama, lihat artikel pertumbuhan BB melambat.

Catatan Mengenai Kurva Pertumbuhan (Growth Chart)

Bayi sehat yang disusui cenderung tumbuh lebih cepat dibanding mereka yang mendapat asumsi susu formula dalam 2-3 bulan pertama dan lebih lambat pada usia 3-12 bulan. Semua versi kurva pertumbuhan (i.e. WHO, CDC) yang tersedia saat ini tidak semuanya diperoleh dari bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan (termasuk bayi yang mendapat susu formula dan mereka yang telah mendapatkan makanan pendamping/solid foods sebelum rekomendasi usia 6 bulan). Banyak dokter yang kurang aware terhadap masalah ini sehingga seringkali memberikan kesimpulan yang kurang tepat yaitu pertumbuhan bayi kurang bagus. Untuk itu mereka biasanya merekomendasikan Ibu (yang sebenarnya tidak diperlukan) memberikan suplemen seperti susu formula atau makanan padat, dan bahkan terkadang meminta Ibu berhenti menyusui pula! Hal ini seringkali merisaukan Ibu yang sebenarnya merasakan bayi mereka tumbuh dengan sehat.

Bagaimana Status Gizi Anak Anda?

Pada tulisan terdahulu, kita telah belajar ‘membaca’ pertumbuhan anak melalui indeks berat badan anak dalam KMS. Sayangnya warna-warna dalam grafik KMS tidak dapat digunakan untuk menentukan status gizi anak. Jadi, kita tidak bisa mengatakan berat badan buah hati kita yang berada di pita kuning berarti gizinya kurang. Begitu pula berat badan di bawah garis merah belum tentu bergizi buruk. Kita perlu mengetahui status gizi anak kita yang secara sederhananya dapat ditentukan dengan melihat tabel berat badan /tinggi badan.

Cara membaca tabel ini adalah dengan membandingkan berat badan sekarang dengan berat badan seharusnya berdasarkan tinggi (panjang) badan saat ini.

Contoh: Seorang anak perempuan dengan panjang badan 70,0 cm dan berat badan 7,5 kg. Pada kolom panjang badan anak perempuan 70.0 cm, apabila ditarik garis lurus ke kanan ternyata berat badan 7,5 kg terletak pada kolom 6,6 – 11,1 kg: kolom -2 SD s/d 2 SD. Interpretasinya: anak dikatakan normal. Jika anak tergolong gemuk, perlu diperiksa lebih lanjut apakah tergolong obesitas atau tidak (dengan mengecek BMI-nya).

Tabel Berat Badan (BB) terhadap Tinggi Badan (TB) Untuk Menilai Status Gizi

          Selain dengan tabel diatas, perhitungan status gizi yang lebih spesifik (yaitu kuantitatif) dapat diperoleh dengan membandingkan Berat Badan anak saat ini dengan Berat Badan Ideal berdasar Growth Chart dari CDC atau WHO. Berat Badan Ideal sendiri didapatkan dengan mencari padanan dari Panjang Badan (PB) saat ini. Artikel ini hanya memuat dua Growth Chart untuk anak laki-laki dan perempuan. Untuk grafik berdasar usia hingga 20 tahun yang lengkap bisa diunduh dari website CDC  (http://cdc.gov/growthcharts/) atau WHO (http://www.who.int/childgrowth/en/).

Gambar 1. Grafik Berat dan Tinggi Badan Anak Laki-laki 0-36 bulan

Gambar 2. Grafik Berat dan Tinggi Badan Anak Perempuan 0-24 bulan

Interpretasi Berdasarkan % Berat Badan Ideal Menurut Umur

  • BB saat ini/BB ideal < 70%              Gizi buruk
  • BB saat ini/BB idea70% – 80%        Gizi kurang
  • BB saat ini/BB idea80% – 100%     Gizi baik
  • BB saat ini/BB idea100% – 110 %   Gizi lebih
  • BB saat ini/BB idea> 110%              Obesitas/Obesity (harus dihitung BMI)

 Contoh. Bayi laki-laki usia 6 bulan dengan panjang badan (PB) = 65 cm dan berat badan (BB) = 5,8 kg. Dari growth chart gambar 1 diatas tarik garis pada PB 65 cm ke kanan hingga menyentuh kurva persentil 50 (sekitar 5 kotak ke kanan). Selanjutnya tarik garis ke bawah menuju kurva berat badan pada persentil 50 dan didapatkan BB Ideal adalah 7,4 kg. Selanjutnya hitung rasio BB saat ini dengan ideal yaitu (5,8/7,4 = 78,4 % Berdasar interpretasi diatas maka anak dikatakan saat ini bergizi kurang.

Catatan: Untuk mengetahui status gizi dengan teknik ini tidak diperlukan usia bayi, berbeda halnya jika kita ingin mengetahui ‘posisi’ berat badan atau tinggi badan berapa bayi kita dibandingkan dengan populasi yang menjadi acuan growth chart tersebut.

Referensi

*BMI= BB/TB2 . BB (Berat Badan dlm Kg), TB (Tinggi Badan dlm meter)