Kompresi Payudara

Tujuan dari kompresi (penekanan) payudara adalah meneruskan aliran ASI pada bayi ketika bayi tidak lagi menyusu (mulut terbuka lebar – berhenti sebentar/jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap) sehingga sang bayi tetap minum. Kompresi payudara menstimulasi suatu let down reflex dan seringkali menstimulasi pula munculnya reflek ini secara natural. Teknik ini berguna untuk:

  1. Kenaikan berat badan yang buruk
  2. Kolik pada bayi yang disusui
  3. Frekuensi penyusuan yang sering dan atau lama
  4. Puting Ibu yang terluka
  5. Saluran yang berulang kali tersumbat/Mastitis
  6. Membantu bayi yang tertidur untuk meneruskan minum tidak hanya sekedar menghisap

Kompresi payudara tidak diperlukan jika segala sesuatunya berjalan lancar. Ketika semua berjalan baik-baik saja, Ibu sebaiknya membiarkan bayi “menyelesaikan” susuan pada salah satu sisi payudara , dan jika bayi menginginkan lebih, barulah payudara sebelahnya diberikan. Bagaimana Ibu mengetahui bayi telah selesai minum? Ketika dia tidak minum lagi (mulut terbuka lebar – jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap).

Kompresi payudara berjalan baik khususnya pada beberapa hari pertama setelah kelahiran untuk membantu bayi mendapatkan kolostrum. Bayi-bayi pada dasarnya tidak memerlukan banyak kolostrum, tetapi memerlukan sejumlah tertentu. Pelekatan yang baik dan kompresi membantu mereka mendapatkannya

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui:

  1. Seorang bayi yang memiliki perlekatan (latch on) baik akan lebih mudah mendapatkan ASI dibandingkan yang tidak. Bayi yang kurang baik perlekatannya hanya akan mendapatkan ASI jika aliran ASI tersebut cepat. Oleh karena itu, banyak Ibu dan bayi yang melakukan proses penyusuan dengan baik walaupun kurang baik latch-on-nya karena sebagian besar Ibu memproduksi ASI yang berlebih.
  2. Dalam 3-6 minggu pertama, banyak bayi yang cenderung tertidur ketika aliran ASI lambat tidak serta merta menunjukkan mereka sudah cukup makan. Setelah usia ini, mereka mulai menjauh dari payudara ketika aliran ASI menurun. Tetapi, beberapa diantara mereka sudah menarik diri dari payudara bahkan dibawah usia ini, terkadang ketika mereka masih berusia beberapa hari saja.
  3. Sayang sekali, banyak bayi yang kurang baik perlekatannya. Jika produksi ASI Ibu berlebih, hal ini tidak menjadi masalah selama pertumbuhan berat badan normal, tetapi terkadang ada harga yang harus dibayar oleh Ibu misal puting yang nyeri/terluka, kolik, bayi yang selalu menempel pada payudara (tetapi hanya sedikit minum).

Kompresi payudara meneruskan aliran ASI ketika bayi tidak lagi minum (hanya menghisap) dari payudara dan hasilnya bayi akan:

  1. Mendapatkan lebih banyak ASI
  2. Mendapatkan lebih banyak ASI yang tinggi lemak

Kompresi Payudara – Bagaimana Melakukannya

  1. Peganglah bayi dengan salah satu lengan
  2. Peganglah payudara dengan tangan lain, ibu jari pada satu sisi payudara (paling mudah ibu jari berada pada sisi atas payudara), jari-jari lain pada sisi lainnya, cukup jauh dari puting.
  3. Pandangilah bagaimana bayi minum walaupun tidak perlu harus terobsesi dengan setiap hisapan yang diberikan. Bayi mendapatkan jumlah ASI yang cukup ketika dia minum dengan mulut terbuka lebar – jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap.
  4. Ketika bayi terlihat menggigit (ngempeng) dan tidak tampak mulut terbuka lebar – jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap, tekanlah payudara. Tidak perlu keras-keras sehingga Ibu kesakitan dan usahakan jangan sampai mengubah bentuk aerola (bagian payudara yang berada dekat mulut bayi). Dengan tekanan, bayi akan memulai lagi minum dengan posisi mulut terbuka lebar – jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap. Lakukan kompresi ketika bayi menghisap (ngempeng) tetapi sesungguhnya tidak minum!
  5. Jagalah tekanan hingga bayi tidak lagi minum walaupun telah dilakukan kompresi, kemudian lepaskanlah tekanan tersebut. Seringkali bayi berhenti menyedot ketika tekanan dilepaskan namun akan mulai menyusu lagi tak lama setelah ASI mengalir kembali. Jika bayi tidak berhenti menyedot seiring dengan tekanan yang dilepaskan, tunggu beberapa saat sebelum menekan lagi
  6. Alasan Ibu perlu melepaskan tekanan adalah untuk membiarkan tangan Ibu beristirahat dan mengalirkan kembali ASI pada bayi. Pada bayi sendiri, jika dia berhenti menyedot ketika Ibu melepaskan tekanan, dia akan meneruskan kembali minum begitu dia merasakan ada aliran ASI
  7. Ketika bayi mulai menyedot lagi, dia akan minum (mulut terbuka lebar – jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap). Jika tidak, tekan lagi payudara sebagaimana cara diatas
  8. Lakukan pada salah satu sisi payudara hingga bayi tidak lagi minum walaupun telah dilakukan penekanan. Ibu perlu membiarkan bayi menyusu pada salah satu sisi payudara agak lama, karena terkadang LDR lain muncul (milk ejection reflex) dan bayi akan kembali minum atas kehendaknya sendiri. Namun, jika bayi tidak lagi minum, biarkan bayi berhenti atau melepaskan diri dari payudara
  9. Jika bayi menginginkan lebih banyak ASI, berikan sisi payudara yang lain, dan ulangi proses diatas
  10. Teruslah memperbaiki perlekatan penyusuan bayi.
  11. Ingat, lakukan kompresi ketika bayi menghisap tetapi pada dasarnya tidak minum.

Langkah-langkah diatas berjalan baik di klinik kami (Dr Newman’s, red), tetapi jika Ibu menemukan cara yang bekerja lebih baik agar bayi senantiasa menyedot dengan mulut terbuka lebar – jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap, silahkan gunakan apapun cara yang bekerja terbaik bagi Ibu dan bayi. Selama cara itu tidak melukai payudara untuk menekan dan selama bayi tetap “minum” (mulut terbuka lebar – jeda – menutup mulut seperti gerakan menghisap), kompresi payudara pada dasarnya sedang berlangsung

Kompresi tidak selalu perlu dilakukan. Ketika proses penyusuan membaik, Ibu akan dapat melihat hal ini akan berjalan dengan alami.

Referensi

Jack Newman, 2005. Handout #15 Breast Compression from The Ultimate Breastfeeding Book of Answers.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s